Pemilu 2019

Andai Jokowi-Maruf Menang, Litbang Kompas Jelaskan Seperti Apa Kekuatan Koalisi Mereka di Parlemen

Ada ukuran menghitung kekuatan Jokowi-Maruf di parlemen selama periode 2019-2024, hitung cepat Litbang Kompas, mengumpulkan sekitar 60,91 persen suara

Andai Jokowi-Maruf Menang, Litbang Kompas Jelaskan Seperti Apa Kekuatan Koalisi Mereka di Parlemen
KOMPAS/PRADIPTA PANDU
Sekretaris jenderal dan perwakilan partai koalisi pasangan Jokowi-Maruf Amin saat konferensi pers penetapan pasangan capres-cawapres di Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (20/9/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Jika Jokowi-Maruf memenangkan Pemilu 2019, bagaimanakah kira-kira kekuatan koalisi mereka di parlemen? Dengan koalisi yang terbentuk, akankah efektif menjalankan tugasnya sebagai pendukung Pemerintahan Jokowi-Maruf?

Dua pertanyaan tersebut akan menjadi ukuran menghitung kekuatan Jokowi-Maruf di parlemen selama periode 2019-2024.

Koalisi pendukung Jokowi-Maruf, yakni Koalisi Indonesia Kerja (KIK) terdiri dari 10 parpol. Mereka adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Koalisi ini, berdasarkan hasil hitung cepat Litbang Kompas, mengumpulkan sekitar 60,91 persen suara.

Namun, karena Hanura, PSI, Perindo, PBB, dan PKPI diperkirakan tidak akan lolos parliamentary threshold, maka hanya perolehan suara lima partai yang akan diperhitungkan. Koalisi Indonesia Kerja dengan lima partai pendukung yang diprediksi lolos, yaitu PDI-P, Golkar, PKB, Nasdem, dan PPP mengumpulkan suara sekitar 53,67 persen versi hitung cepat Kompas.

Sementara itu, koalisi pendukung Prabowo-Sandi, yaitu Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM) terdiri dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Berkarya.  Ke lima partai pendukung Prabowo-Sandi ini mengantongi sekitar 38,56 persen suara versi hitung cepat.

Partai Berkarya kemungkinan besar tidak akan lolos ambang batas parlemen 4 persen, sehingga hanya empat partai saja dari koalisi pendukung Prabowo-Sandi yang akan masuk parlemen, dengan modal suara pemilih sekitar 36,42 persen.

Kekuatan Koalisi Parlemen

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved