Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Bazar Murah dan Beri Santunan

banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang manfaat apa saja dalam menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Bazar Murah dan Beri Santunan
HO - BPJS Ketenagakerjaan
BAZAR MURAH - Foto bersama pegawai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan saat kegiatan bazar murah di halaman kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jl. MT Haryono, Balikpapan, Sabtu (18/5). 

BALIKPAPAN - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan menggelar kegiatan bazar murah sekaligus mengenalkan beragam manfaat dan keuntungan menjadi peserta di halaman kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jl. MT Haryono, Balikpapan, Sabtu (18/5).

Dalam bazar kali ini disediakan sebanyak 600 paket sembako seharga Rp 50.000/ paket, berisi minyak goreng, beras, gula pasir, dan bahan makanan lainnya. Jika dibeli di pasar atau pusat perbelanjaan paket ini bisa mencapai harga Rp 150.000/paket.

"Ini kegiatan rutin tahunan kami untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat dan juga menekan tingginya kebutuhan pokok di bulan puasa ini," kata Kusumo, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketegangankerjaan Balikpapan.

VIDEO - Bazar Murah di Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Ada Sosialisasi Keuntungan Program BPU

Berjualan Asongan untuk Nafkahi 3 Anak, Ibu Ini Mendapat Jaminan Sosial dari BPJS Ketenagakerjaan

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga mensosialisasikan pentingnya masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena program BPJS ketenagakerjaan memberikan berbagai keuntungan terhadap pesertanya melalui empat program diantaranya :

  1. Program jaminan hari tua (JHT)
  2. Pogram Jaminan Pensiun (JP)
  3. Program Jaminan Kematian (JKM)
  4. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Kusumo mengatakan banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang manfaat apa saja dalam menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. "Jumlah peserta BPJS ketenagakerjaan di Balikpapan saat ini mencapai 32 ribu lebih, belum sepenuhnya ter-cover," katanya.

Di acara ini, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan jaminan sosial kepada Ema Sita (42), warga Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kalimantan Timur.

Ibu tiga orang anak ini menerima santunan dalam bentuk uang sekitar Rp 64 juta dari BPJS Ketenagakerjaan milik suaminya yang bernama Hamka (47) yang sudah meninggal pada 4 April 2019 lalu akibat stroke dan penyakit diabetes.

Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kewajiban Pemberi Kerja, BPJS Ketenagakerjaan & 2 Instansi Ini Awasi

Teridentifikasi Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Panwaslu Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Ema Sita dan suaminya merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak tahun 2014 dan terdaftar di dua program, yaitu program Penerima Upah (PU) dan Bukan Penerima Upah (BPU). Setiap bulan, Ema Sita bersama almarhum suaminya membayar iuran BPJS ketenagakerjaan sebesar Rp 115.000/bulan.

"Alhamdulillah saya merasa tertolong dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menyambung hidup, saya punya tiga org anak yang masih membutuhkan banyak biaya sekolah, dua orang masih SMP dan satunya lagi masih SD," katanya Ia menceritakan kegiatan sehari-hari nya saat ini menjadi pedagang asongan di pasar Pandansari, Balikpapan Barat. "Saya dagang asongan di pasar Pandansari, sambil jualan nasi juga," ujarnya.

Uang ini, lanjut Ema Sita nantinya saya simpan untuk biaya anak sekolah dan sebagian untuk tambahan modal jualan.

Kajari Apresiasi Perusahaan di Paser, Tertib dan Patuh pada UU BPJS Ketenagakerjaan

8 Menit Dilelang, Lukisan Claude Monet Terjual Rp 1,9 Triliun, Berikut Deretan 16 Lukisan Termahal

Kusumo mengatakan, ibu tiga orang anak itu menerima santunan BPJS ketenagakerjaan sesuai peraturan pemerintah dan undang - undang dari program JHT, JKM, dan JP. Untuk program JP itu sendiri merupakan jaminan dari perusahaan tempat almarhum suaminya bekerja.

"Ibu Ema Sita ini satu dari sekian jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan yang kami beri jaminan sosial, dari JKM, JHT  dan JP," katanya Kusumo berharap masyarakat Balikpapan memiliki kesadaran akan pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan jaminan pemerintah sesuai peraturan yang berlaku jika terjadi musibah dan hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved