Lebaran 2019

Jelang Lebaran 2019, Senilai Rp 217,1 Triliun Berpotensi Dicairkan, Begini Tanggapan Bankir

Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang tunai pada Ramadan dan Lebaran 2019 sekitar Rp 217,1 triliun.

Jelang Lebaran 2019, Senilai Rp 217,1 Triliun Berpotensi Dicairkan, Begini Tanggapan Bankir
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Warga menukarkan uang di mobil kas keliling bank di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang tunai pada Ramadan dan Lebaran 2019 sekitar Rp 217,1 triliun.

Anga ini naik 13,5% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 191,3 triliun.

Jelang Lebaran, sebagian besar uang giral di perbankan dari jumlah di atas tersebut bakal dikonversi dalam bentuk uang kartal (tunai).

Dengan kata lain uang Rp 217,1 triliun berpotensi dicairkan. Bagaimana pengaruhnya terhadap perbankan, apakah ada efeknya?

ILUSTRASI
ILUSTRASI (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Direktur Keuangan PT Bank Mandiri Tbk Panji Irawan menyebut pencairan uang jealng Lebaran memang bersifat tahunan dan terus terjadi.

"Kemungkinan H-10 akan ada Rp 200 triliun akan ada dana yang dikonversi ke uang tunai. Tapi 10 hari setelah Lebaran dana itu akan kembali ke perbankan, pasar sudah melihat hal itu," katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu. .

Tahun ini, Bank Mandiri menyiapkan sebanyak Rp 54,9 triliun atau Rp 1,9 triliun per hari untuk kebutuhan uang tunai di masa Ramadan.

Dana tunai tersebut meningkat sekitar 19%-20% dari rata-rata kebutuhan harian pada kondisi normal.

Menurut Panji, keluarnya dana ini tidak akan mengganggu likuiditas bank lantaran sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Selain itu, alat likuid Bank Mandiri juga masih kuat.

Misalnya, Bank Mandiri punya Rp 170 triliun obligasi yang bisa direpokan ke BI bila diperlukan.

Halaman
123
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved