Sabu dan Ekstasi Malaysia Sasar Kaltim dan Sulawesi, Jalur Laut jadi Akses Masuk Narkoba

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akhmad Shaury mengungkapkan selain Kaltim, saat ini Sulawesi jadi sasaran peredaran sabu

Sabu dan Ekstasi Malaysia Sasar Kaltim dan Sulawesi, Jalur Laut jadi Akses Masuk Narkoba
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Polda Kaltim berhasil menggagalkan penyelundupan 3042,49 gram sabu atau sekira 3 kg dan 1.493 butir ekstasi asal Tawau Malaysia. Barang bukti saat dimusnahkan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akhmad Shaury mengungkapkan selain Kaltim, saat ini Sulawesi jadi sasaran peredaran sabu yang berasal dari Malaysia.

Hal itu terungkap usai anggotanya berhasil mengamankan 3 kg sabu dan 1,493 butir ekstasi beberapa waktu lalu di Berau, Kalimantan Timur.

"Memang saat ini banyak barang ke Sulawesi karena pasaran di sana banyak, Kaltim besar juga pasarannya kita waspadai itu," ujarnya, Selasa (21/5/2019).

Shaury menambahkan,  saat ini Sulawesi menjadi wilayah yang potensial bagi para bandar untuk mengedarkan barang haram tersebut.

Jalur laut jadi rute penyelundupan yang kerap dipakai cukong narkoba, karena dianggap kurang pengawasan.

"Jalur udara tentu sudah sangat ketat sekali dan mereka sekarang cenderung lewat laut. Kalau dari Malaysia pasti laut nyebrang, begitu sampai di Malinau atau Tarakan bisa lewat darat atau bisa dari Nunukan ke Sulawesi," ungkapnya.

Perwira 3 bunga di pundak ini mengaku, sudah melakukan antisipasi masuknya narkoba ke Kaltim, namun ia enggan membeberkan lebih detail.

"Sudah lakukan upaya antisipasi cuma, kan, kami tidak boleh beberkan ke wartawan. Yang jelas ada," ucapnya.

Patroli kewilayahan perbatasan dan koordinasi dengan Polda Kaltara, jadi salah satu cara mencegah barang haram tersebut masuk.

"Harus ketat pengawasannya langkah yang diambil dengan melakukan patroli rutin pengawasan secara khusus di wilayah yang kemungkinan menjadi jalur masuknya narkoba," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved