Ibu Kota Baru

Tantangan Pemindahan Ibu Kota Indonesia dan Pemerintahan Ideal

Presiden Joko Widodo atau Jokowi lontarkan rencana pemindahan ibu kota Indonesia. Calonnya Gunung Mas Kalimantan Tengah dan Bukit Soeharto Kaltim.

Tantangan Pemindahan Ibu Kota Indonesia dan Pemerintahan Ideal
Kompas / Agus Susanto
WAJAH JAKARTA TERKINI - Kawasan jalan inspeksi bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2019). Sedikitnya ada 13 aliran sungai yang mengalir di Jakarta, dan Ciliwung adalah yang terbesar. Semakin padatnya hunian di bantaran kali menjadi pekerjaan rumah dalam penataan sungai dalam mengatasi banjir. 

Bergulirnya kembali wacana pemindahan ibu kota memunculkan opsi pemisahan pusat pemerintahan dan pusat bisnis . Di atas kertas hal itu mudah, tapi kenyataannya tetap diperlukan kajian dan perencanaan yang matang.

Sebelumnya, pemindahan ibu kota telah menjadi cerita lama bagi pemerintahan Indonesia. Dari masa pemerintahan Presiden Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan sekarang Presiden Joko Widodo mempunyai berbagai ide untuk memindahkan ibu kota.

Wilayah Palangkaraya menjadi pilihan Presiden Soekarno untuk memindahkan ibu kota Indonesia. Dari bentangan pulau-pulau dari barat (Sabang) hingga timur (Maluku), Palangkaraya dinilai tepat berada di tengah-tengah Indonesia.

Sekitar tahun 1950-an Palangkaraya hanya sebuah kampung kecil bernama Pahandut dengan jumlah penduduk 900 jiwa. Kemudian Juli 1957, Presiden Soekarno mengunjungi kampung tersebut menggunakan perahu.

Setelah dua kali berkunjung ke bagian tengah Kalimantan tersebut, Presiden Soekarno, memutuskan menjadikan kampung di aliran Sungai Kahayan tersebut menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah yang merupakan pecahan provinsi Kalimantan Selatan.

Tak hanya itu, melihat wilayah Palangkaraya yang masih luas dan minim potensi bencana alam gempa bumi, Presiden Soekarno saat itu juga menginginkan Palangkaraya bisa menjadi ibu kota negara baru.

Sejak itu kawasan yang kosong tersebut mulai ditata ruangnya menjadi sebuah kota baru.

Namun, rencana pemindahan tersebut urung dilaksanakan.

Perekonomian Indonesia sepuluh tahun setelah merdeka masih belum stabil untuk mewujudkan rencana besar tersebut.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved