Toko Indonesia di Krayan Ditargetkan Selesai Akhir Tahun Ini, Habiskan Rp 8,5 Miliar

Pembangunan konstruksi fisik Toko Indonesia di perbatasan Kalimantan Utara ditargetkan selesai tahun ini dan akan habiskan dana Rp 8,5 miliar

Toko Indonesia di Krayan Ditargetkan Selesai Akhir Tahun Ini, Habiskan Rp 8,5 Miliar
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat mengunjungi sentra produksi garam gunung di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Pembangunan konstruksi fisik Toko Indonesia di perbatasan Kalimantan Utara ditargetkan selesai tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kalimantan Utara Suheriyatna menjelaskan, dana yang dialokasikan Pemprov Kalimantan Utara mencapai Rp 8,5 miliar.

"Insya Allah akhir tahun ini Toko Indonesia di Krayan akan selesai dibangun. Tinggal isinya, barang apa saja yang akan dijual dalamnya, itu kita akan koordinasikan dengan instansi terkait," kata Suheriyatna, Selasa (21/5/2019).

Koordinasi akan dilakukan bersama Disperindagkop, termasuk pula BUMN lain yang bisa memasok barang ke toko di garis perbatasan tersebut.

Suheriyatna mengatakan, Toko Indonesia  ini akan memperkuat kedaulatan NKRI dari segi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat perbatasan yang selama ini terus bergantung pasokan barang dari negara tetangga, Malaysia.

“Toko Indonesia ini merupakan salah satu ide Pak Gubernur yang harus di-backup pengerjaannya. Jadi tidak hanya sampai pembangunan fisik semata, tetapi sampai beroperasi dan keberadaannya dirasakan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, toko ini dibangun secara bertahap dan memerlukan waktu mulai dari penyediaan lahan, pematangan lahan, pengurusan syarat administratif, penganggaran, hingga berlanjut ke tahap pembangunan.

"Konstruksinya awalnya kita bangun bertahap. Awalnya kita bangun kerangka, kemudian dianggarkan lagi untuk tahap penyelesaian hingga akhir," sebutnya.

Yang harus dipikirkan lebih lanjut adalah penyediaan air bersih dan pasokan listrik toko.

"Kita akan upayakan agar masuk beriringan. Pada intinya kita ingin masyarakat perbatasan tidak lagi kesusahan mendapatkan barang produksi dalam negeri sendiri," ujarnya. (*)

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: samir paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved