Pilpres 2019

Dua Perempuan Ini Batal Belanja Baju Lebaran Seusai Kericuhan di Tanah Abang, Begini Faktanya

Sanum (30) dan Rosa (30) hanya bisa duduk di depan loket Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), karena gagal ke Pasar Tanah Abang

Dua Perempuan Ini Batal Belanja Baju Lebaran Seusai Kericuhan di Tanah Abang, Begini Faktanya
KOMPAS.com/Verryana Novita Ningrum
Massa masih nekat lempari batu dan bom molotov di sekitar Asrama Brimob, Jalan Ks. Tubun, Jakarta Barat pada Rabu (22/05/2019). 

Terlihat juga polisi berjaga di sekitar kawasan tersebut.

Kepolisian tak Pakai Senjata Api Peluru Tajam

Kali ini pihak Kepolisian dalam memberikan pengamanan aksi unjuk rasa soal Pilpres 2019 di Jakarta tidak dibekali senjata tajam. 

Aparat Kepolisian yang menjaga ketat para demonstran tidak dihadapi dengan senjata api peluru tajam. 

Kabar yang sebutkan ada bekal senjata api berpeluru tajam di kalangan Kepolisian itu bukan sebuah fakta. 

Hal ini disampaikan, Polri kembali menegaskan bahwa aparat keamanan yang berjaga mengamankan aksi unjuk rasa di Jakarta tidak dibekali senjata api berpeluru tajam.

Penegasan tersebut disampaikan untuk membantah informasi hoaks di media sosial bahwa aparat keamanan melakukan penembakan terhadap massa pendemo.

Aparat Kepolisian membuat barikade saat terjadi bentrok dengan pendemo rusuh di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Bentok terjadi setelah massa dipukul mundur dari kericuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) malam.
Aparat Kepolisian membuat barikade saat terjadi bentrok dengan pendemo rusuh di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Bentok terjadi setelah massa dipukul mundur dari kericuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) malam. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

"Aparat Kepolisian dalam rangka pengamanan unjuk rasa tidak dibekali peluru tajam," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo dalam wawancara dengan Kompas TV, Selasa (21/5/2019).

Dedi mengatakan, senjata api hanya digunakan oleh pasukan antianarkis yang dikendalikan oleh Kapolda.

Pengerahan pasukan antianarkis hanya jika gangguan keamanan meningkat.

"Ini perlu kita luruskan karena di media sosial sedang viral (hoaks penembakan)," kata Dedi.

Dedi menambahkan, pihaknya terus memantau akun-akun yang menyebarkan hoaks penembakan yang membuat keresahan di masyarakat.

Pihaknya akan melakukan penindakan.

"Akun-akun yang menyebarkan di media sosial masih kita pantau terus. Menyebarkan berita-berita hoaks yang menyebabkan kegaduhan," kata Dedi.

Aksi unjuk rasa penolakan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang dilakukan KPU berakhir ricuh. Awalnya mereka berkumpul di depan Kantor Bawaslu. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jembatan Jatibaru Diblokade, Massa Terlihat Bawa Batu dan Kayu", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/05/22/10072021/jembatan-jatibaru-diblokade-massa-terlihat-bawa-batu-dan-kayu. 

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

KPU Tetapkan Jokowi-Maruf Amin Dulang 55,50 Persen Suara, Suara Sah Nasional Capai 154.257.601

TERPOPULER - Jelang 22 Mei, Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab Ditantang 6 Tokoh Relawan Jokowi

Cari Kado Lebaran? Cek Harga 11 HP Xiaomi Terbaru Redmi 7 hingga Redmi 6A, Mulai Rp 800 Ribuan

Berikut Download Lagu On My Way juga Lagu Terbaru Lainnya Kill This Love BLACKPINK dan Via Vallen

TERPOPULER - Sang Istri Ditemukan Tewas Dalam Karung, Feri Kejar Pelaku dengan Leher Berdarah

Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved