Pilpres 2019

Kepolisian Temukan Senjata Api, Diduga Buat Skenario Polisi Tembak Demonstran, Bangkitkan Amarah

Kepolisian temukan senjata api di antaranya senjata api dilengkapi peredam suara tuk bidik ke pejabat dan ke demonstran, seolah Kepolisian menembak.

Kepolisian Temukan Senjata Api, Diduga Buat Skenario Polisi Tembak Demonstran, Bangkitkan Amarah
(Tribunnews/Irwan Rismawan)
Massa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Pihak Kepolisian temukan senjata api. Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian sebut, mengamankan tiga senjata api jenis M4, revolver, dan glock. 

TRIBUNKALTIM.CO - Aksi unjuk rasa pasca pengumuman Pilpres 2019 yang berlangsung di Jakarta berakhir dengan ricuh.

Pihak Kepolisian ungkap, kericuhan ada dalangnya, Kepolisian sebut ada pihak-pihak yang ingin buat suasana di Jakarta tidak kondusif. 

Saat ini Kepolisian pun telah menemukan beberapa senjata api sebelum adanya aksi ricuh pada 21 Mei dan 22 Mei.

Kepolisian mencium bau ada dugaan pihak tertentu ingin membuat rangkaian cerita, adanya penembakan yang dilakukan oleh Kepolisian ke demonstran

Dianggap ada oknum yang ingin memanfaatkan situasi melalui modus penciptaan kesan adanya martir di kalangan demonstran

Kepolisian menduga saat martir muncul ke permukaan publik maka akan ada muncul kemarahan besar di para demonstran, yang bisa kemungkinan berakibat semakin membesar gerakan demonstran di berbagai daerah. 

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian saat jumpa pers di Jakarta, mengutip dari Kompas.com

Dia mengingatkan masyarakat bahwa ada upaya dari pihak tertentu untuk membuat kemarahan publik terhadap aparat keamanan.

Caranya, kata dia, dengan menciptakan martir saat demo penolakan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019.

Kapolri mengatakan, pihaknya sudah mengamankan tiga senjata api jenis M4, revolver, dan glock.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved