Masih Defisit, Dinas Pertanian PPU Masih Datangkan Sapi dari Luar Pulau Kalimantan

Untuk mencukupi kebutuhan daging sapi masyarakat Penajam Paser Utara (PPU), Dinas Pertanian masih harus mendatangkan sapi potong dari luar daerah.

Masih Defisit, Dinas Pertanian PPU Masih Datangkan Sapi dari Luar Pulau Kalimantan
tribunkaltim.co/Heriani AM
Ilustrasi. Daging sapi potong yang dijual di pasar induk Petung Kecamatan Penajam untuk dikomsumsi masyarakat. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Untuk mencukupi kebutuhan daging sapi masyarakat Penajam Paser Utara (PPU), Dinas Pertanian Kabupaten PPU masih harus mendatangkan  sapi potong dari luar daerah.

Tingkat konsumsi masyarakat terhadap daging sapi cukup tinggi. Menurut data Dinas Pertanian Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, konsumsi daging perorangan adalah 2,37 kilogram pertahun.

"Jumlah masyarakat PPU adalah 168 ribu jiwa, jika dikalikan dengan konsumsi tadi yakni 2,37 kilogram. Rata-rata daging yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adalah 398 ton pertahun," jelas Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Arief Murdiyatno, Rabu (22/5/2019).

Namun, potensi ketersediaan dari peternak lokal Kabupaten PPU hanya 2981 ekor, dan kisaran yang siap potong hanya 52,16 persen.

Artinya, hanya 1555 ekor sapi yang bisa dipotong tahun 2019 ini dan hanya mencukupi 172 ton saja.

Untuk mengurangi defisit yang mencapai angka 1951 ekor ini, Dinas Pertanian harus mendatangkan sapi  dari luar, yakni Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

"Kita tidak bisa pungkiri kalau masih mendatangkan dari luar. Cuma ini ada kabar gembira, ada investasi awal yang suratnya masih diproses dari perusahaan swasta, baru datang sapi impor untuk bakalan siap potong yang berlokasi di WKP Waru. Jadi diharapkan bisa mengurangi defisit itu," harapnya.

Populasi yang datang di perusahaan swasta tersebut berjumlah 1690 ekor sapi impor, yang telah siap dipotong. Jika telah mencukupi daerah PPU, juga akan didistribusikan ke Balikpapan dan Samarinda.

"Perusahaan  itu memang sangat membantu dan merupakan satu-satunya proyek  investasi swasta di bidang peternakan yang terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit," ujarnya.

Ketika pemanfaatan sapi impor ini berjalan dengan lancar, berarti permasalahan kebutuhan konsumsi  daging sapi di Kabupaten PPU telah dipenuhi dan kemungkinan untuk mendatangkan dari luar daerah juga sangat kecil.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: samir paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved