Pemilu 2019

8 Pernyataan Sikap Kompolnas Tanggapi Bentrok Aparat dan Perusuh di Jakarta, Aparat Jangan Ragu!

"Jangan ragu dalam menjaga serta memastikan keamanan, terjaganya Pancasila, UUD NRI 1945, sasanti Bhinneka Tunggal Ika, serta keutuhan NKRI"

8 Pernyataan Sikap Kompolnas Tanggapi Bentrok Aparat dan Perusuh di Jakarta, Aparat Jangan Ragu!
HO
Anggota Kompolnas Andrea h Poeloengan

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kompolnas turut menanggapi serangkaian peristiwa besar di republik ini 2 hari belakangan ini. Anggota Kompolnas Periode 2016-2020, Andrea H Poeloengan mendukung Polri dan TNI agar tidak ragu dalam menegakkan hukum.

"Jangan ragu dalam menjaga serta memastikan keamanan, terjaganya Pancasila, UUD NRI 1945, sasanti Bhinneka Tunggal Ika, serta keutuhan NKRI," ungkapnya melalui saluran telepon.

Kendati demikian, Polri dan TNI diminta tetap bertahan mengedepankan upaya persuasif terlebih dahulu, dengan mengimbau pada batasan tertentu.

"Jika tidak juga menurut (perusuh), maka jangan ragu untuk tindak tegas mereka yang melawan hukum dan mengacaukan negeri tercinta Indonesia," ungkapnya.

Mengingat hal-hal yang terjadi 2 hari belakangan ini, sebagai anggota Kompolnas dirinya merasa perlu menyikapinya sebagai-mana berikut:

1. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada seluruh jajaran Polri yang telah berjuang mengorbankan jiwa-raga dalam menjaga keutuhan NKRI, pada kegiatan-kegiatan pengamanan di sekitar kantor Bawaslu RI, KPU RI, daerah Petamburan, daerah Slipi, Kawasan daerah Polsek Gambir, Kawasan Pos Polisi Jl. Wahid Hasyim, Kawasan Jl H. Agus Salim, ataupun Jl. Sabang, Jakarta, maupun juga di Pontianak, serta di seluruh wilayah Republik Indonesia;

2. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, yang telah memberikan dukungan penuh, kepada Polri, dengan sinergitas terbaiknya, bergotong-royong menghadapi pihak-pihak yang mencoba merusak keutuhan NKRI dan mencabik-cabik integrasi Bangsa Indonesia, pasca pengumuman hasil Pemilu 2019;

3. Seperti diketahui publik melalui media-media masa yang kredibel, bahwa dugaan upaya-upaya untuk mendelegitimasi Pemilu 2019, telah berlangsung sejak pertengahan tahun 2018. Bahkan, upaya-upaya penegasan untuk mengganti ideologi Pancasila menjadi Khilafah hingga mengganti Presiden sebelum terjadinya Pemilu 2019 telah digaungkan sejak momen-momen rangkaian Pilkada 2018.

Kemudian, dua hari terakhir ini ada kericuhan-kericuhan dengan lebih dari 250 Tersangka, barang bukti sejumlah uang, mobil ambulans, bom Molotov, anak panah, mercon, pengerusakan Asrama dan Kantor Polisi, fasilitas publik, kendaraan operasional yang digunakan oleh Brimob dan Pemadam Kebakaran, telah menunjukkan bahwa patut diduga kuat adanya tindakan terencana, tersrtuktur, sistematis dan masif dalam terjadinya kerusuhan dua hari ini terutama di Jakarta.

Untuk itu selain diharapkan agar kita bersama untuk waspada, mawas diri, juga agar jangan terpancing untuk melakukan tindakan melawan hukum, serahkan semua dan percayakan kepada Polri dan TNI, untuk itu saya dukung tindakan tegas-terukur-represif, guna meredamnya;

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved