Ada Captive Market 1,5 Juta Orang, REI Lirik Pengembangan Properti di Calon Ibu Kota Baru Indonesia

REI melirik pembangunan properti di Ibu Kota baru Indonesia. Sebab ada captive market sebesar 1,5 juta orang yang perlu hunian

Ada Captive Market 1,5 Juta Orang, REI Lirik Pengembangan Properti di Calon Ibu Kota Baru Indonesia
Unit rumah di perumahan CitraGrand Senyiur City Samarinda 

Kedua, untuk menciptakan kota baru dibutuhkan regulasi atau payung hukum yang kuat, sehingga pengerjaan proyek memiliki kejelasan hukum.

Pengelolaan ibukota baru nantinya juga perlu diatur sebuah otorita yang memiliki kewenangan apakah setingkat Pemerintah Kota (Pemkot) atau dibentuk Badan Pengelola (BP) seperti BP Batam.

Ketiga, terkait dengan investasi, dibutuhkan insentif-insentif bagi swasta yang menjadi pionir dan membiayai sendiri pembangunan Ibu Kota baru Indonesia.

Dan keempat, terkait jaminan keamanan (secure) tanah dan pengendalian tanah.

REI berpendapat pemerintah perlu mengendalikan tata ruang dan mengimplementasikan tata ruang tersebut dengan baik.

Presiden Jokowi dan Wagub Hadi Mulyadi memberikan penjelasan kepada para wartawan mengenai rencana lokasi pemindahan ibu kota negara RI di Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, Selasa (7/5/2019). Bukit Soeharto tepat berada di pertengahan jalan raya Balikpapan-Samarinda. Kawasan tahura ini termasuk salah satu daerah yang dikaji menjadi calon ibu kota negara.
Presiden Jokowi dan Wagub Hadi Mulyadi memberikan penjelasan kepada para wartawan mengenai rencana lokasi pemindahan ibu kota negara RI di Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, Selasa (7/5/2019). Bukit Soeharto tepat berada di pertengahan jalan raya Balikpapan-Samarinda. Kawasan tahura ini termasuk salah satu daerah yang dikaji menjadi calon ibu kota negara. (SYAIFUL/HUMASPROV KALTIM)

Dengan begitu, maka swasta lebih mudah melakukan pembangunan tanpa perlu direpotkan dengan negosiasi rumit untuk menggunakan atau mendapatkan tanah.

“Pemerintah harus mampu mencegah dan mengontrol harga tanah, sehingga swasta tidak berspekulasi untuk membeli tanah di situ. Ini juga sangat penting bagi pengembang,” kata dia.

Diakui Eman, pengembangan kota-kota baru di Jabodetabek selama ini dipenuhi banyak spekulasi, dan kondisi itu menjadi tantangan besar dari sisi harga dan waktu. (*)

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

Pilot Jepang Ungkap Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH-370, Ada Hal Yang Disembunyikan

Divonis Sulit Punya Anak, Ustaz Solmed Pernah Diminta Menikah Lagi, Simak Pengakuan April Jasmine

BERITA terkini: Wapres Jusuf Kalla Buka Suara Terkait Demo 22 Mei 2019, 'Tak Mengubah Hasil Pemilu'

KABAR TERKINI Demonstran Tinggalkan Lokasi Perempatan Sarinah Jakarta, Beri Salam Polri dan TNI

Pemerintah Rilis Daftar Tiga Kelompok Dibalik Kerusuhan 22 Mei Jakarta, Incar Tembak Pejabat

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved