Diterjang Gelombang Besar, Masin Kapal Mati, 4 Nelayan Ini Terombang Ambing Selama 12 Jam

Tidak saja kendala pada mesin, keempatnya mengaku juga sempat diterjang gelombang besar yang membuat perahu mereka nyaris tenggelam

Diterjang Gelombang Besar, Masin Kapal Mati, 4 Nelayan Ini Terombang Ambing Selama 12 Jam
(BNPP KELAS A TANJUNGPINANG)
4 nelayan Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang sempat terombang ambing selama 12 jam akibat perahu yang ditumpanginya mati mesin di Perairan Pulau Cempedak, Bintan akhirnya berhasil diselamatkan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNGPINANG - Tidak hanya mengalami mati mesin, 4 nelayan yang terombang ambing selama 12 jam juga diterjang gelombang besar hingga nyaris menenggelamkan kapal.

Selain itu mereka tak dapat berkomunikasi dengan keluarga karena tak ada sinyal handphone.

4 nelayan Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang sempat terombang ambing selama 12 jam akibat perahu yang ditumpanginya mati mesin di Perairan Pulau Cempedak, Bintan akhirnya berhasil diselamatkan.

Keempatnya yakni, Muhammad Zulfahmi (27), Muhammad Azlansyah (27), Yolan Ramanda (26) dan Endrik (36) langsung mendapatkan penanganan medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, dan selanjutnya dipulangkan ke keluarganya.

Kasi Ops BNPP kelas A Tanjungpinang Eko Supriyanto mengatakan, informasi ini didapat pihaknya sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (22/5/2019). Dari sana pihaknya melakukan koordinasi dengan unsur SAR dan akhirnya berhasil menyelamatkan 4 nelayan tersebut.

"Pengakuan mereka, turun melaut sejak Senin (20/5/2019) kemarin dan mengalami kendala mesin pada Selasa," kata Eko Supriyanto melalui teleponya, Kamis (23/5/2019). Tidak saja kendala pada mesin, keempatnya mengaku juga sempat diterjang gelombang besar yang membuat perahu mereka nyaris tenggelam.

Namun berkat kekompakan keempatnya, mereka bisa menyelamatkan diri hingga menuju ke selat sekitar pulau Cempedak yang ada di perairan Bintan. "Dari sana akhirnya mereka mendapatkan sinyal dan bisa memberitahukan kejadian ini ke pihak keluarga hingga akhirnya diteruskan ke kami," jelas Eko Supriyanto.

Dalam proses penyelamatan, tidak saja BNPP kelas A Tanjungpinang yang turun, melainkan juga dibantu unsur SAR gabungan di antaranya Polairud Polres Bintan, BPBD Kota Tanjungpinang dan SB Polairud Polres Bintan. Yang menerjunkan beberapa alat dan armada, seperti Kapal RB 209, 2 Speed Boat Polairud Polres Bintan serta beberapa perlengkapan pendukung lainnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "12 Jam Terombang Ambing di Perairan Pulau Cempedak, 4 Nelayan Berhasil Diselamatkan"

Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved