Pilpres 2019

Mantan Ketua MK Ungkap 2 Alasan Kecurangan Pilpres 2019 Sulit Dibuktikan, Satu Soal Selisih Suara

Mantan Ketua MK menyatakan bahwa pembuktian kecurangan Pilpres 2019 akan sangat sulit dilakukan. Ada 2 alasannya

Mantan Ketua MK Ungkap 2 Alasan Kecurangan Pilpres 2019 Sulit Dibuktikan, Satu Soal Selisih Suara
KOMPAS.com
Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva memimpin sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Rabu (6/8/2014). 

TRIBUNKALTIM.CO -  Pengumuman akhir hasil rekapitulasi perhitungan dan perolehan suara tingkat nasional untuk Pilpres 2019 ditetapkan dan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (21/5/2019) dini hari.

Hasil Pilpres 2019 yang diumumkan menyebutkan paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin unggul.

Sebelumnya, KPU menyatakan akan memberikan pengumuman hasil Pilpres 2019 pada Rabu (22/5/2019).

Banyak pihak yang meragukan pengumuman KPU lantaran diumumkan pada dini hari dan lebih cepat satu hari dari tanggal yang ditetapkan sebelumnya.

KPU pun angkat suara untuk menjawab pertanyaan masyarakat.

"Kalau memang sudah selesai masa kita tunda besok, kan sudah selesai," ungkap Ketua KPU Arief Budiman, seperti yang Grid.ID kutip dari laman Tribunnews.com

"Ya hari ini untuk hasil rekapitulasi ditetapkan hari ini," imbuh Arief.

Suara yang masuk dan sah sejumlah 154.267.601 dari 34 provinsi dan 130 wilayah luar negeri.

Melansir laman Tribunnews.com, capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh suara 85.607.362 atau setara 55,50 persen dari total suara sah nasional.

Sedangkan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh suara 68.650.239 atau setara dengan 44,50 persen dari total suara sah nasional.

Halaman
123
Editor: Doan Pardede
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved