Pilpres 2019

Menyikapi Aksi 22 Mei Ricuh di Jakarta, Berikut Pernyataan Jokowi dan Prabowo

Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan tegas atas unjuk rasa penolakan hasil Pemilu 2019 di kantor Bawaslu RI Jakarta yang diwarnai ricuh

Menyikapi Aksi 22 Mei Ricuh di Jakarta, Berikut Pernyataan Jokowi dan Prabowo
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menunggangi kuda usai mengadakan pertemuan di kediaman Prabowo Subianto, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016). Pertemuan tertutup tersebut membahas berbagai macam persoalan, seperti masalah perekonomian, penegakan hukum, dan isu-isu yang tengah hangat saat ini - TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan tegas atas unjuk rasa penolakan hasil Pemilu 2019 di kantor Bawaslu RI Jakarta yang diwarnai ricuh dan tindakan anarkis sekelompok orang di tempat lain.

Jokowi mengatakan, dirinya membuka ruang kepada siapapun yang ingin berkerja sama membangun negara. Sebaliknya, Presiden menegaskan, pemerintahannya tak akan memberi ruang kepada siapapun yang akan menganggu keamanan nasional.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5).

"Saya tidak memberikan toleransi kepada siapapun juga yang akan menganggu keamanan, menganggu proses demokrasi, menganggu persatuan negara yang amat kita cintai ini," kata Jokowi.

Situasi terkini pukul 18.30 WIB di depan Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019)
Situasi terkini pukul 18.30 WIB di depan Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Jokowi meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan negara saat ini. Ia memastikan situasi masih terkendali. Ia mengajak masyarakat untuk merajut kembali persatuan, persaudaraan dan kerukunan yang telah ada selama ini. "Karena Indonesia adalah rumah kita bersama," ujarnya.

Presiden Jokowi mengatakan pemilu adalah bagian perjalanan negara Indonesia yang masih panjang. Dan dirinya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan mempunyai kewajiban untuk menjaga stabilitas politik dan stabilitas keamanan.

Jokowi menegaskan, konstitusi telah menyediakan ruang untuk pihak yang merasa dirugikan atas pemilu, yakni Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia menghargai keputusan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang berencana membawa sengketa hasil Pilpres ke MK.

"Saya juga meyakini bahwa hakim-hakim di MK akan memutuskan sesuai dengan fakta-fakta yang ada, berdasarkan fakta-fakta yang ada," ujarnya.

Dalam jumpa pers tersebut, Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan sejumlah menteri lain.

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved