Ibu Kota Baru

Setelah Jakarta tak Lagi Ibu Kota dan Prioritas Pembangunan Beralih ke Ibu Kota Baru

Kabar akan ada pemindahan ibu kota Indonesia, maka Jakarta tak lagi jadi ibu kota, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah calon lokasi Ibu Kota Baru.

Setelah Jakarta tak Lagi Ibu Kota dan Prioritas Pembangunan Beralih ke Ibu Kota Baru
tribunkaltim.co/fachmi rachman
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau calon lokasi Ibu Kota Baru di kawasan Bukit Soeharto, di Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (7/5/2019). Peninjauan ini terkait dengan rencana pemindahan ibu kota Indonesia. 

Banyak sedikitnya penduduk pada suatu wilayah menjadi faktor utama pengaruh tekanan pada lingkungan. Semakin padat penduduk maka tekanan terhadap lingkungan akan semakin besar yang akan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan.

Semakin banyak jumlah penduduk yang diikuti berbagai aktifitas sosial ekonomi menciptakan beragam fungsi lahan. 

Diantaranya, permukiman, industri, perdagangan, dan perkantoran yang membutuhkan ketersediaan lahan.

Lahan di Jakarta sudah semakin padat dan hampir terlampaui.

Pasalnya, dengan luas 662,33 Kilometer persegi, ibu kota Indonesia ini dihuni 10.466 ribu jiwa (BPS, 2018). Kepadatan penduduknya mencapai 15.804 jiwa/km2.

Namun, dengan kepindahan 1,5 juta orang, penduduk Jakarta berkurang menjadi sekitar 8,9 juta jiwa.

Kepadatan penduduknya berkurang menjadi 13.527 jiwa/km2. Angka itu kurang lebih sama dengan kepadatan penduduk Jakarta tahun 2008 (13.809 jiwa/km2).

Masalahnya, persebaran penduduk Jakarta tidak merata.

Data BPS menunjukkan, kepadatan tertinggi terjadi di Jakarta Barat dengan 19.757 jiwa/km2 dan Jakarta Pusat dengan angka 19.212 jiwa/km2.

Apakah ASN dan keluarganya yang akan dipindah tinggal di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat? Tidak bisa dipastikan.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved