TERPOPULER - Rusuh 22 Mei di Jakarta, Sampai Kapan Blokir WA dan Medsos di Indonesia?

Akses ke media sosial (Facebook, Instagram, Twitter) dan aplikasi instant messagging (WhatsApp), diblokir dan dibatasi sementara.

TERPOPULER - Rusuh 22 Mei di Jakarta, Sampai Kapan Blokir WA dan Medsos di Indonesia?
vocfm.co.za
Layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram mengalami kesulitan teknis atau down di seluruh dunia pada Minggu sore (14/4/2019) waktu Indonesia. 

"Imbauan Tak Sebar Konten Aksi Kekerasan dan Ujaran Kebencian," tulis Kemkominfo.

" Menyikapi maraknya peredaran konten negatif terkait dengan aksi unjuk rasa pada Rabu, 22 Mei 2019, berupa video aksi kekerasan, kerusuhan hingga hoaks video lama yang diberikan narasi baru berisi ujaran kebencian, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau warganet untuk,"

"Segera menghapus dan tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video korban aksi kekerasan di media apapun"

"Imbauan ini dilakukan memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di tengah masyarakat,"

"Kementerian Kominfo mengimbau semua pihak terutama warganet untuk menyebarkan informasi yang menyebarkan kedamaian serta menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat ataupun berisi provokasi dan ujaran kebencian kepada siapapun,"

Beberapa daerah mengalami dampak pembatasan akses media sosial oleh Kemkominfo.

Melansir laman Kompas.com, WhatsApp eror terjadi hampir merata di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta beberapa kota di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Lokasi yang mengalami pembatasan akses WhatsApp.
Kompas.com
Lokasi yang mengalami pembatasan akses WhatsApp.

Sedangkan Instgram eror terjadi merata di Pulau Jawa, Bali, dan bebebarapa kota di Sumatera.

Lokasi yang mengalami pembatasan akses Instagram.
Kompas.com
Lokasi yang mengalami pembatasan akses Instagram.

Kemenkominfo mengatakan pembatasan terhadap akses WhatsApp, Facebook, dan Instagram hanya bersifat sementara dan menunggu aksi massa mereda. 

Latar belakang pembatasan ini adalah situasi pasca pengumuman Pilpres 2019 yang dilakukan KPU pada Selasa (21/5/2019) dini hari berbuntut unjuk rasa yang dilakukan oleh pendukung paslon nomor urut 02.

Pasalnya hasil rekapitulasi KPU mengumumkan Jokowi-Ma'ruf Amin menang dengan peroleah suara 55,50 persen.

Unjuk rasa yang dilakukan untuk menuntut Bawaslu dan KPU mengusut dugaan kecurangan Pilpres 2019.

Aksi massa ini dilakukan di depan gedung Bawaslu pada Selasa (21/5/2019), dan dipastikan bubar sejak pukul 21.00 WIB.

Namun kerusuhan terjadi dan tak terkendali pada Selasa malam, tepatnya pukul 22.15 WIB.

Para demonstran bahkan membakar puluhan mobil yang diparkir di depan gedung bawaslu dan di Jalan KS Tubun.

Dampak dari aksi tersebut banyak beredar foto dan video hoaks yang semakin membuat suasana memanas.

Pernyataan Kemenkominfo

Menanggapi kondisi terkini di Jakarta pasca-kerusuhan terkait pengumuman hasil Pilpres 2019, pemerintah membatasi akses ke sejumlah media sosial.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan beberapa fitur di media sosial dan messaging system akan dibatasi hari ini, Rabu (22/5/2019), khususnya fitur yang berkaitan dengan foto dan video.

"Pembatasan fitur-fitur media sosial, tidak semuanya, dan messaging system," jelas Rudiantara di acara konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) siang.

Rudiantara mengatakan modus operandi penyebaran hoaks adalah dengan mengunggah video, meme, atau foto ke media sosial, seperti Facebook atau Instagram.

"Kemudian di-screencapture, diambil, viralnya bukan di media sosial, viralnya di messaging system WhatsApp," jelasnya.

Dengan pembatasan ini, Rudiantara mengatakan pengguna WhatsApp akan mengalami pelambatan saat mengunduh atau mengunggah video serta foto.

"Jadi temen-teman dan kita semua akan mengalami pelambatan kalau kita download atau upload video kemudian juga foto," kata dia.

"Kenapa, karena viralnya yang negatif, besar mudharat-nya ada disana," lanjutnya.

Rudiantara menyatakan, pembatasan ini akan dilakukan bertahap dan bersifat sementara.

Ia meminta masyarakat untuk mengakses media mainstream sebagai sumber informasi.

"Justru kalau menurut saya kita sangat mengapresiasi media mainstream biasanya mainnya di media sosial dan sekarang kita kembali ke media mainstream," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto juga mengumumkan pembatasan akses media sosial untuk menekan beredarnya hoaks.

"Untuk membatasi berita bohong kepada masyaralat luas, akan kita adakan pembatasan akses di media sosial, fitur tertentu untuk tidak diaktifkan, untuk menjaga hal-hal negatif yang terus disebarkan masyarakat," terang Wiranto.

Medsos Down

Media sosial WhatsApp dan Instagram mengalami gangguan atau down.

Akibat dari WhatsApp down dan Instagram down ini, tagar atau hashtag #instagramdown dan #WhatsAppDwon menggema di Twitter.

Layanan WhatsApp dan Instagram down sejak Rabu (22/5/2019) siang waktu Indonesia.

Sejumlah pengguna WhatsApp dan Intagram lalu beramai-ramai mengeluhkan gangguan teknis ini di Twitter.

Selain WhatsApp seluler, penggunaan WhatsApp web juga tidak dapat diakses.

Namun, pengguna media sosial masih dapat menggunakan WhatsApp di ponsel meskipun tidak dapat mengirim file foto dan video.

Ilustrasi - WhatsApp down
Ilustrasi - WhatsApp down (TribunKaltim.CO/HO)

Untuk kesekian kalinya, di saat Instagram dan WhatsApp down, warganet meramaikan Twitter yang diakui menjadi media sosial pelarian.

Ketika WhatsApp dan Instagram down, Twitter masih dapat diakses dengan lancar.

Selaian WhatsApp dan Instagram, Facebook juga mengalami down sehingga tidak dapat melihat dan mendownload gambar.

Berikut beberapa kicauan keluhan pengguna media sosial di Twitter:

Bulan April Instagram dan WhatsApp Down

Sebelumnya, layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram mengalami kesulitan teknis atau down di seluruh dunia pada Minggu sore (14/4/2019) waktu Indonesia.

Sejumlah pengguna media sosial di seluruh dunia seperti Eropa, beberapa negara bagian di Amerika Serikat, dan Asia melaporkan jika mereka tidak dapat mengakses ke Facebook, WhatsApp dan Instagram.

Keluhan pengguna media sosial terhadapa layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram down tersebut di sampaikan melalui kicauan di media sosial Twitter.

Mengusung tagar #FacebookDown, #WhatsAppDown dan #InstagramDown banyak dari pengguna media sosial yang mengeluhkan gangguan pada layanan media sosial tersebut.

Berikut beberapa kicauan keluhan pengguna media sosial

Kini terpantau tagar #WhatsAppDown, #InstagramDown dan #FacebookDown menjadi topik trending teratas di media sosial Twitter. 

Gangguan yang terjadi ini membuat pengguna tak dapat melakukan pembaharuan status atau menerima pesan.

Di layar komputer atau ponsel hanya akan tertera tulisan "Facebook akan segera kembali".

Sementara untuk Instagram pemilik akun diketahui tak akan bisa mengunggah kabar terbaru baik melalui Instastory, maupun kronologi.

Facebook, Instagram dan WhatsApp mengalami gangguan
Facebook, Instagram dan WhatsApp mengalami gangguan 

Sedangkan pengguna WhatsApp pengguna tidak dapat menerima pesan atau melakukan pembaharuan status. 

Banyak dari kalangan pengguna media sosial yang menyangka terjadi gangguan pada jaringan internet.

Bahkan sampai mematikan ponsel, lalu menyalakannya lagi untuk memastikan agar tiga layanan media sosial tersebut dapat diakses, namun sayangnya tak membuahkan hasil, lantaran Facebook, WhatsApp dan Instagram Down alias sedang mengalami gangguan. 

Tak sedikit pula pengguna media sosial, yang lari ke Twitter untuk memastikan jika jaringan internet mereka tidak bermasalah. 

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

KPU Tetapkan Jokowi-Maruf Amin Dulang 55,50 Persen Suara, Suara Sah Nasional Capai 154.257.601

TERPOPULER - Jelang 22 Mei, Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab Ditantang 6 Tokoh Relawan Jokowi

Cari Kado Lebaran? Cek Harga 11 HP Xiaomi Terbaru Redmi 7 hingga Redmi 6A, Mulai Rp 800 Ribuan

TERPOPULER - Sang Istri Ditemukan Tewas Dalam Karung, Feri Kejar Pelaku dengan Leher Berdarah

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Rusuh 22 Mei di Jakarta, Sampai Kapan Blokir WA dan Medsos di Indonesia? Ini Jawaban Pemerintah, http://batam.tribunnews.com/2019/05/22/sampai-kapan-blokir-wa-dan-medsos-berlangsung-ini-jawaban-pemerintah?page=all.

Penulis: Kholish Chered
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved