Pilpres 2019

Kenangan Pahit Pedagang saat Aksi di Bawaslu, Rajab: Uang Diambil, Rp100 perak pun Enggak Disisain

Aksi unjuk rasa yang bermula di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/5/2019), menyisakan cerita mencekam bagi sebagian warga

Kenangan Pahit Pedagang saat Aksi di Bawaslu, Rajab: Uang Diambil, Rp100 perak pun Enggak Disisain
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Massa melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO -  Aksi unjuk rasa yang bermula di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/5/2019), menyisakan cerita mencekam bagi sebagian warga sekitar.

Hal ini karena ada perusuh yang terlibat aksi saling lempar batu dengan aparat keamanan hingga melakukan sejumlah perusakan.

Penjarahan Warung

Pemilik warung bernama Rajab itu mengaku barang dagangannya di warung dirampas habis oleh perusuh aksi.

"Rokok, minuman, mi, kopi, semua diambil. Ada uang tabungan juga kira-kira Rp 8 juta yang diambil, disisain Rp 100 perak pun enggak," kata Rajab, Kamis (23/5/2019).

Rajab menceritakan penjarahan ke warungnya merupakan imbas dari pembakaran Pos Polisi Sabang yang dekat dengan lokasi warungnya.

"Situasinya massa lah ya, dia enggak langsung menjarah, awalnya membakar Pospol itu dulu baru dia ke sini. Ada beberapa yang dirusak," kata Rajab.

Massa aksi terlibat bentrokan dengan aparat Kepolisian di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Massa aksi yang sebelumnya berunjuk rasa di depan Bawaslu, menyerang asrama Brimob Petamburan, dan membakar beberapa kendaraan. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Sambil membereskan warungnya yang telah berantakan, ia mengatakan telah ikhlas dengan apa yang terjadi.

"Berusaha cari modal dulu, libur dulu. Mungkin bukan rezeki kami ini, sudah ikhlas lah," ujar Rajab.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved