News

Terkuak Sejumlah Fakta Wanita Misterius Serba Hitam di Aksi 22 Mei, Pernah Mengaku Teman Teroris

Sosok wanita misterius yang muncul pada aksi 22 Mei 2019 di Jalan MH Thamrin Jakarta, perlahan terkuak.

Terkuak Sejumlah Fakta Wanita Misterius Serba Hitam di Aksi 22 Mei, Pernah Mengaku Teman Teroris
Tangkapan layar / Youtube Broim
Wanitia misterius berpakaian tertutup serba hitam ketika menghebohkan petugas kepolisian pada aksi 22 Mei 2019 di Jl Thamprin, Jakarta. 

Selain itu, wanita misterius tersebut dicurigai membawa tas berwarna hitam.

"Perempuan itu diamankan karena dicurigai membawa tas berwarna hitam," ujar Argo dilansir Kompas.com dalam artikel: Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu.

Saat diamankan, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah buku tafsir, satu Alquran, satu air minum mineral, dan satu botol obat.

Polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap perempuan tersebut.

Mengaku Sebagai Teman Teroris

Sosok wanita misterius tersebut akhirnya terkuak.

Mengenakan pakaian serba hitam, ditambah dengan cadar yang menutupi wajahnya, kemunculan Dewi Mustika Rini pada aksi demo 22 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, sempat mengejutkan aparat keamanan.

Terlebih, ia juga menggendong tas ransel di punggungnya, meski belakangan diketahui hanya Al-Quran, buku tafsir, sebotol air mineral, dan obat.

Namun, ini bukan pertama kalinya perempuan berusia 32 tahun itu melakukan aksi yang menghebohkan masyarakat.

TribunJakarta.com mencoba menelusuri wanita tersebut ke rumahnya di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perempuan tersebut pernah membuat kegaduhan pada Mei tahun lalu.

Kegaduhan itu dibuatnya ketika berada di dalam kereta api, dengan mengaku sebagai teman teroris.

Hal itu diungkapkan Ali (49), Ketua RT 13/RW 05, Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tempat di mana Dewi pernah menetap.

"Dia teriak-teriak temannya teroris di kereta. Saya tahu karena habis kejadian itu saya ditelepon Polda Metro Jaya. KTP-nya dia kan alamatnya di sini," kata Ali saat ditemui TribunJakarta.com di kediamannya, Kamis (23/5/2019).

DM, wanita berkerudung hitam yang mencurigakan karena tak mengindahkan peringatan polisi untuk melepas ranselnya saat mencoba mendekati Gedung Bawaslu RI pada Rabu (22/5/2019) malam. =
DM, wanita berkerudung hitam yang mencurigakan karena tak mengindahkan peringatan polisi untuk melepas ranselnya saat mencoba mendekati Gedung Bawaslu RI pada Rabu (22/5/2019) malam. = (Kolase TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Padahal, terang dia, Dewi Mustika sudah lebih dari 10 tahun lalu pindah ke Depok, Jawa Barat.

"Saya ditelepon lagi sama Polda jam 01.00 pagi tadi gara-gara kasusnya kemarin," ucap Ali.

Sebelumnya, Ali mengungkapkan jika Dewi Mustika diduga mengalami masalah pada kejiwaannya.

"Memang dia beberapa kali masuk rumah sakit jiwa (RSJ), tapi di depok," ujar Ali.

Selain itu, perempuan tersebut diketahui telah berulang kali meminta cerai kepada suaminya.

"Tapi mungkin suaminya kasihan sama dua anaknya, dan nggak tega lihat kondisi istrinya kayak gitu," tutur Ali.

Pernah menghuni rumah sakit jiwa

Informasi polisi yang mensinyalir Dewi Mustika mengalami gangguan jiwa, dibenarkan Ali, Ketua RT 13/RW 05, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Memang dari dulu orangnya rada stress. Orang-orang yang lama tinggal di sini sudah tahu," kata Ali kepada TribunJakarta.com di kediamannya, Kamis (23/5/2019).

Ali tidak tahu persis penyebab stres Dewi Mustika. Ia hanya mengetahui jika perempuan tersebut sering mengikuti pengajian.

Ia menyebut Dewi Mustika merupakan tipikal orang yang tertutup, jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

"Dulu dia sering teriak-teriak sendiri kalau malam. Ditanya juga diam saja, nggak jawab apa-apa," tuturnya.

"Memang dia juga pernah beberapa kali masuk rumah sakit jiwa (RSJ), tapi di Depok," lanjut dia.

Di sisi lain, perempuan berusia 32 tahun itu diketahui pernah meminta izin kepada Ali untuk mengajarkan ilmu pengetahuan tentang Islam kepada warga sekitar.

"Tapi saya tolak, saya bilang sudah ada gurunya. Orangnya saja seperti itu, masak mau ngajarin. Saya takut warga sini didoktrin atau apa," terang Ali.

Penelusuran TribunJakarta.com, Dewi Mustika memiliki sebuah rumah di RT 13/RW 05, Jalan Ulujami Raya, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Alamat itu juga yang tertera pada kartu tanda penduduk (KTP) miliknya.

Namun, menurut Ali, wanita itu sudah tidak tinggal di wilayahnya sejak lebih dari 10 tahun lalu.

"Nggak lama setelah punya anak pertama, dia pindah ke Depok," ujar Ali.

Saat ini, rumah Dewi yang berada di Ulujami Raya disewakan kepada orang lain.

"Sudah nggak pernah di sini lagi. Paling suaminya saja pas kalau mau nagih duit kontrakan," ucapnya. (*)

(TribunJakarta.com/Kompas.com).

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

Tito Karnavian, Luhut, Wiranto, hingga Adian Napitupulu jadi Target Ancaman Penculikan & Pembunuhan

SEJARAH HARI INI: 22 Tahun Lalu Ratusan Orang Meninggal akibat Tragedi Jumat Kelabu di Banjarmasin

Di Balik Kerusuhan 22 Mei, Reporter Cindy Permadi Mendadak Viral di Sosial Media, Begini Faktanya

Jubir MK: Gugatan Sulit Diterima jika Tuduhan Kecurangan hanya Berupa Klaim tanpa Alat Bukti

Musibah Kebakaran Kembali Terjadi di Kota Samarinda, Tiga Relawan Tersengat Listrik

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Wanita Misterius di Aksi 22 Mei Pernah Buat Kegaduhan di Dalam Kereta Api, Mengaku Teman Teroris, http://jakarta.tribunnews.com/2019/05/23/wanita-misterius-di-aksi-22-mei-pernah-buat-kegaduhan-di-dalam-kereta-api-mengaku-teman-teroris?page=all.

Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved