Pemilu 2019

Terungkap Form C1 Diduga Palsu Beredar setelah Penghitungan Suara di TPS

Form C1 diduga palsu beredar sesaat setelah penghitungan di tempat pemungutan suara (TPS).

Terungkap Form C1 Diduga Palsu Beredar setelah Penghitungan Suara di TPS
Twitter @Rieza_Patters/TribunWow.com
Ilustras: Data C1 di TPS Tamalate antara KPU dan foto manual di TPS. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Form C1 diduga palsu beredar sesaat setelah penghitungan di tempat pemungutan suara (TPS).

Hal itu yang kemudian ditemukan oleh tim dari Pergerakan Advokat untuk Demokrasi Indonesia (PADI) di sejumlah tempat.

Sekjen PADI Arisakti Prihatwono menemukan adanya kejanggalan perbedaan antara form C1 yang didapatkan dari KPU dan form C1 yang masuk ke data SITUNG KPU.

"Kami menemukan, ada beberapa form C1 yang kami duga Aspal dan itu masuk ke SITUNG," jelas dia saat wawancara dengan Tribun Network di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, pekan ini.

Kepada Tribun Network, dia menunjukkan adanya perbedaan C1 di sebuah TPS di Pati, Jawa Tengah. Dari foto yang ia tunjukkan tampak perbedaan ada kertas form C1 dari KPU dan C1 yang terunggah.

Dua kertas tersebut memiliki ukuran yang berbeda dan diduga satu di antaranya merupakan hasil dari fotokopi, namun hal tersebut terunggah di Situng.

PERIKSA SALINAN - Ketua PPK Kecamatan Bontang Utara Yohannes Parammangan tengah memeriksa hasil rekapitulasi suara dari tingkat kelurahan. Ia mengaku masih menyiapkan seluruh hasil rekapan yang harus selesai sebelum pleno tingkat kota.
PERIKSA SALINAN - Ketua PPK Kecamatan Bontang Utara Yohannes Parammangan tengah memeriksa hasil rekapitulasi suara dari tingkat kelurahan. Ia mengaku masih menyiapkan seluruh hasil rekapan yang harus selesai sebelum pleno tingkat kota. (TRIBUN KALTIM / ICHWAL SETIAWAN)

"Ini yang asli yang A4, tapi ini ada kertas folio juga di satu TPS yang sama dan masuk ke SITUNG," urainya.

Terdapat beberapa form C1 yang diduga palsu karena semua tanda tangan anggota KPPS sama. Selain itu huruf yang dibubuhkan ke dua form C1 tidak konsisten.

"Ada dua C1. Nama sama, tapi tulisannya beda. Tanda tangannya juga seperti kasar begitu," ungkapnya.

Arisakti mengatakan juga terdapat banyak temuan yang angkanya berbeda. "Lebih banyak yang angkanya berbeda-beda. Begitu masuk SITUNG, tambah beda lagi," tambahnya.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved