Tiket Masih Mahal, Ombudsman Minta Kemenhub Sesuaikan Biaya Angkut per Kursi per Penumpang

Terlebih lagi, ada kemungkinan maskapai untuk menurunkan layanan mereka demi menjaga profit perusahaan.

Tiket Masih Mahal, Ombudsman Minta Kemenhub Sesuaikan Biaya Angkut per Kursi per Penumpang
Tribunnews.com
Ilustrasi maskapai penerbangan 

TRIBUNKALTIM.CO - Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) yang diberlakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berdampak kepada aksi maskapai penerbangan untuk menutup beberapa rute ke daerah dengan jumlah penumpang minim.

Hal itu disampaikan Anggota Ombudsman RI Alvin Lie di kantornya, Kamis (23/5/2019).

Alvin menilai dampak maskapai menutup rute-rute yang dianggap merugikan juga akan membuat masyarakat terbatas dalam menentukan pilihan transportasi udara ke rute wilayah tertentu.

Terlebih lagi, ada kemungkinan maskapai untuk menurunkan layanan mereka demi menjaga profit perusahaan.

Ombudsman sudah menyampaikan masukan kepada Kemenhub agar menyesuaikan biaya angkut per kursi per penumpang.

Hal itu karena sejak 2014 biaya angkut per kursi masih belum disesuaikan.

Adapun faktor yang menyebabkan tingginya biaya operasional tidak hanya soal Tarif Batas Atas namun kondisi nilai tukar rupiah, harga avtur, biaya layanan di bandara, serta gaji pegawai.

"Ini tidak lepas juga dari lambannya Menteri Perhubungan merevisi TBA dan TBB," terangnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkordinasi dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution Budi menyampaikan tentang kebijakan penurunan TBA.

Pengitungan penurunan tarif batas atas, menghitung harga pokok penjualan dari maskapai penerbangan kategori full service.

Sesuai undang-undang yang berlaku, Kementerian Perhubungan dapat mengambil keputusan untuk menentukan tarif batas atas.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved