Ramadhan 2019

Abu Tabila, Pekerjaan yang Bangunkan Sahur dengan Genderang & Rapalkan Doa, Dapat Gaji di Arab Saudi

Bedanya, orang yang membangunkan sahur di salah satu negara penghasil minyak terbesar itu merupakan sebuah pekerjaan yang dibayar.

Abu Tabila, Pekerjaan yang Bangunkan Sahur dengan Genderang & Rapalkan Doa, Dapat Gaji di Arab Saudi
Freepik.com
Abu Tabila, Pekerjaan yang Bangunkan Sahur dengan Genderang & Rapalkan Doa, Dapat Gaji di Arab Saudi 

TRIBUNKALTIM.CO -  Saat bulan Ramadhan, masyarakat Indonesia di sejumlah daerah masih menjaga tradisi membangunkan orang sahur keliling kampung atau komplek menggunakan bedug seraya merapalkan doa maupun surat pendek.

Namun, tahukah Anda jika tradisi tersebut juga eksis di Arab Saudi?

Bedanya, orang yang membangunkan sahur di salah satu negara penghasil minyak terbesar itu merupakan sebuah pekerjaan yang dibayar.

Namanya adalah Musaharati, pekerjaan yang tugasnya berjalan sambil memukul gendang di permukiman penduduk untuk membangunkan umat muslim makan sahur.

Di Provinsi Syarqiyah, pekerjaannya disebut dengan nama Abu Tabila.

Orang dewasa dan anak-anak sering mengintip dari jendela untuk menyaksikan Abu Tabila lewat dengan memukul genderangnya yang kecil sambil merapalkan doa.

Tak jarang, mereka ikut keluar untuk menemani Abu Tabila sekaligus memeriahkan momentum sahur secara bersama-sama.

Pekerjaan Musaharati sendiri merupakan salah satu tradisi Ramadhan tertua di Al-Ahsa, dan setiap kota memiliki Abu Tabila-nya sendiri.

Dia menggeluti bisnisnya itu sampai akhir Ramadhan.

Imbalannya berupa uang, hadiah, permen, dan doa untuk Idul Fitri dari masyarakat yang dibangungkan sahurnya.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved