Syarat Ekspor Kepiting Telur di Atas 200 Gram/Ekor

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar Dadang S Supriyatman mengatakan, ekspor kepiting telur harus memenuhi syarat beratnya 200 gram/ekor

Syarat Ekspor Kepiting Telur di Atas 200 Gram/Ekor
TribunKaltim.CO/Rahmat Taufiq
Dadang S Supriyatman, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar 

"Kita jaga kawasan konservasi ini supaya kita bisa restoking (penyebaran ulang) di situ. Dalam kawasan konservasi itu tidak boleh menjualbelikan kepiting secara bebas,

begitu keluar dari kawasan itu silakan, tapi tetap ikut aturan menteri, yakni kepiting yang dijual ukuran karapas lebih dari 15 cm," jelas Dadang.

Seperti diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan kebijakan yang melarang penangkapan kepiting, rajungan dan lobster bertelur demi menjaga ketersediaan mereka di masa mendatang.

Dadang menerangkan, kebijakan ini berkaitan dengan konsep berwawasan lingkungan.

"Sebetulnya Perda kita sudah lama melarang untuk tidak menjualbelikan ikan bertelur atau telur ikan. Tapi kalau masyarakat tidak diberikan pemahaman mereka akan terus melanggarnya,

misalkan di kawasan hulu warga di sana masih senang makan telur biawan, berilah kesempatan dulu ikan-ikan itu melepaskan telur," tutur Dadang.

Menurutnya, kepiting dengan ukuran karapas 15 cm paling tidak sudah sekali atau 2 kali melepaskan telur. Ini sudah diteliti para pakar.

Kalau kepiting atau rajungan sudah melepaskan generasinya, silakan warga bisa memperjualbelikan. Selama ini Kukar hanya sebagai pemasok kepiting, tapi eksportirnya dari Balikpapan.

Wilayah penghasil kepiting di Kukar meliputi, Marangkayu, Muara Badak, Anggana, Muara Jawa dan Samboja. "Paling banyak suplai kepiting dari Muara Jawa," ucapnya. (*)

Subscribe official YouTube Channel

Halaman
123
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved