Yusriansyah dan Kepala Bekraf, Tandatangani MoU Pengembangan Ekonomi Kreatif Ditandatangani di Paser

Bupati Paser Yusriansyah Syarkawie dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Minggu (26/5/3019),

Yusriansyah dan Kepala Bekraf, Tandatangani MoU Pengembangan Ekonomi Kreatif Ditandatangani di Paser
TribunKaltim.Co/Sarassani
Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie dan Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri Bekraf Hassan Abud usai penandatanganan kerjasama pengembangan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Paser, Minggu (26/5/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Bupati Paser  Yusriansyah Syarkawie dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Minggu (26/5/3019), menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Paser.

Dalam penandatanganan MoU di Kyriad Sadurengas Hotel itu, Triawan Munaf diwakili Hassa Abud selaku Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri Bekraf.

Ruang lingkup kerjasama, seperti Riset Edukasi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Akses permodalan, Infrastruktur, Pemasaran, Fasilitasi hak kekayaan intelektual dan regulasi,

Hubungan Antarlembaga dan Wilayah, Ruang sentra pemasaran ekonomi kreatif, dan kegiatan lain yang dipandang perlu untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Dihadiri Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Ketua DPRD Paser Kaharuddin.

Dalam sambutan yang dibacakan Sekda Paser Katsul Wijaya, bupati berharap Diskusi Kelompok Terpumpun Pentahelix yang digelar setelah MoU berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi serta langkah-langkah aplikatif

"Ini penting guna menyusun kebijakan serta program-program Pemkab Paser yang mampu meningkatkan kemajuan pembangunan perekonomian, khususnya di bidang ekonomi kreatif," kata Katsul Wijaya.

Dalam acara ini juga dihadiri Asisten Ekonomi Setda Paser  Ina Rosana, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata (Disporpar) HM Yusuf Sumako.

Diskusi Kelompok Terpumpun Pentahelix ini, lanjut Katsul, diharapkan mampu mendorong semangat masyarakat menggerakan ekonomi kreatif.

"Saya mengharapkan diskusi kelompok ini bisa menggunakan kacamata dan sudut pandang holistik, tidak saja dari kaca mata makro ekonomi dan bisnis,

namun juga kacamata sosiologi, kebudayaan, etnografi, seni kreatif dan artistik, teknologi informasi dan internet, planologi, bahkan kajian dari sudut studi pembangunan secara komprehensif," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Sarassani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved