Pemilu 2019

Besok Jaksa Ajukan Tuntutan, Perkara Pelanggaran Pemilu di Kutai Timur Mulai Disidangkan

Dua perkara pelanggaran Pemilu 2019 di Kabupaten Kutai Timur mulai disidangkan di PN Sangatta, Senin (27/5).

Besok Jaksa Ajukan Tuntutan, Perkara Pelanggaran Pemilu di Kutai Timur Mulai Disidangkan
TRIBUN KALTIM/ MARGARET SARITA
Sidang perkara Pemilu Legislatif 2019 yang digelar di PN Sangatta hari ini 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Dua perkara pelanggaran Pemilu 2019 di Kabupaten Kutai Timur mulai disidangkan di PN Sangatta, Senin (27/5).

Satu perkara dengan terdakwa Yusuf Rampa yang diduga memberikan suaranya lebih dari satu kali di dua TPS.

Dan satu perkara dengan terdakwa Andi Alimuddin yang diduga menggunakan nama orang lain untuk mencoblos di TPS yang bukan tempatnya mencoblos.

Perkara dengan terdakwa Yusuf Rampa disidangkan oleh JPU M Israq SH.

Sedangkan terdakwa Andi Alimuddin yang disidangkan secara in abtentian (tanpa dihadiri terdakwa) disidangkan oleh JPU Harisman SH.

Sidang perkara Pemilu Legislatif 2019 yang digelar di PN Sangatta hari ini
Sidang perkara Pemilu Legislatif 2019 yang digelar di PN Sangatta hari ini (TRIBUN KALTIM/ MARGARET SARITA)

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim, Rahmad Sanjaya, Marjani L Diarti dan M Ridwan, dua perkara terpisah tersebut di sidang secara marathon.

Mulai dari tahap pembacaan dakwaan langsung pada pemeriksaan saksi sekaligus pemeriksaan terdakwa.

Pasalnya, sidang  perkara Pemilu hanya memiliki waktu tujuh hari kerja.

Untuk mencapai putusan.  

Dalam keterangan pada majelis hakim, terdakwa Yusuf Rampa sempat menyebut satu nama caleg yang ia coblos hingga dua kali.

Namun diakui tidak ada keuntungan dari mencoblos nama tersebut.

Ada SMS tentang pemberian uang Rp 50.000 yang masuk ke nomornya teleponnya, itu merupakan pengganti uang bensin saja.

Halaman
123
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved