Ikut Sidak Sembako, Ketua MUI Samarinda Dibuat Geram 3 Kali, Ini Alasannya

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak (sidak) Pemkot Samarinda

Ikut Sidak Sembako, Ketua MUI Samarinda Dibuat Geram 3 Kali, Ini Alasannya
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Zaini Naim (bersongkok), sempat pertanyakan alasan mengapa ayam yang dijual didatangkan dari luar Samarinda, dan hanya kantongi sertifikat halal dari daerah dan belum dari MUI Samarinda 

TRIBUNKALTIM.COSAMARINDA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak (sidak) Pemkot Samarinda ke gudang makanan dan retail.

Ada 3 hal yang ia soroti, mulai dari susu kadaluarsa, tenant makanan tak tertutup tirai selama puasa, dan sertifikat ayam halal dari luar kota yang belum memperoleh izin serupa dari jajarannya.

Memasuki gudang penyimpanan makanan kemasan di komplek pergudangan Jalan Ir Sutami, Zaini, terperangah dengan tumpukan susu kental manis yang sudah kadaluarsa.

Ratusan kaleng susu dalam puluhan tumpukan kardus itu masih tersusun rapi membaur dengan kardus makanan lain yang siap jual.

Meski  ada tulisan berapa jumlah kaleng susu yang siap dimusnahkan yang ditulis di atas kertas oleh pengelola, Zaini masih merasa tak puas.

Sebab, menurut aturan, seharusnya, makanan kadaluarsa itu ditempatkan di lokasi terpisah dengan makanan lain yang masih layak, agar tak tercampur.

"Mestinya, masuk di tempat yang ada kerangkeng. Ada karantina khusus," kata Zaini di depan tumpukan kaleng susu yang sudah bocor dan berkarat.

Zaini menilai, dengan diletakkan di tempat khusus sebelum dimusnahkan, makanan kadaluarsa itu, tak akan tercampur sehingga tak beredar kembali ke masyarakat.

Mendengar keluhan Zaini, seorang pengelola gudang buru-buru menjelaskan, susu kaleng itu, diambil petugas penjual dari toko-toko rekanan sebelum batas waktu kadaluarsa.

"Dua bulan sebelum jatuh tempo sudah kami tarik. Setelah itu, kami  buat persetujuan pemusnahan," kata seorang laki-laki pengelola gudang itu.

Halaman
1234
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: samir paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved