Ikut Sidak Sembako, Ketua MUI Samarinda Dibuat Geram 3 Kali, Ini Alasannya

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak (sidak) Pemkot Samarinda

Ikut Sidak Sembako, Ketua MUI Samarinda Dibuat Geram 3 Kali, Ini Alasannya
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Zaini Naim (bersongkok), sempat pertanyakan alasan mengapa ayam yang dijual didatangkan dari luar Samarinda, dan hanya kantongi sertifikat halal dari daerah dan belum dari MUI Samarinda 

Rupanya tensi Zaini belum mereda. Baru masuk di depan pintu retail Hypermart di Bigmall Plaza, ia mendapati ada pedagang sosis bakar yang tidak menutup sebagian kaca pajang makanan dari publik yang sedang menjalankan ibadah puasa. Padahal, di beberapa retail makanan lain ditutup kain.

Aroma sosis dan roti bakar yang semerbak dan tak ditutup, dikhawatirkan Zaini bisa menggoda ibadah orang berpuasa.

Pria yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda ini, hampir saja memarahi penjaga tenant. Ia meminta dipasang kain penutup makanan.

"Kalau piring ini saya balik gimana," kata Zaini melotot sambil memegang piring berisi sosis bakar dihadapan penjaga gerai yang hanya bisa terdiam.

Beralih ke gerai penjualan ayam dan daging. Zaini mengomentari ayam potong yang sudah bersih terbungkus dalam wadah styrofoam.

Yang Zaini pertanyakan, mengapa ayam yang didatangkan dari Jawa Barat dan sudah mengantongi sertifikat halal MUI Jawa Barat itu, tak dilengkapi dengan sertifikat serupa dari MUI Samarinda.

Selain pertanyakan mengapa tak mengambil produk ayam potong dari peternak lokal Samarinda, Zaini mengatakan, jika ayam itu dipotong di Jawa Barat,

dan hanya mengantongi sertifikat halal dari daerah asal, tanpa dilengkapi sertifikat serupa di Samarinda, ia khawatir bagaimana mekanisme kontrol kehalalan di Kota Tepian sebagai tempat penjualan.

 Zaini mengatakan, jika ada barang import atau dari daerah lain, harus kantongi sertifikasi halal dari daerah asal dan kota penjualan. "Misal disertifikasi MUI pusat, di provinsi dan kota ada juga," katanya.

Meski begitu, ia apresiasi dengan barang-barang yang dijual di Hypermart, karena barang dan harga yang ditawarkan dinilai bagus dengan harga bersaing.

Halaman
1234
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved