Ini Kebijakan Berani yang Diambil Jokowi Saat Sudah Sah Ditetapkan sebagai Pemenang Pilpres 2019

Jokowi akan mengambil kebijakan berani yang strategis ini saat sudah sah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019 oleh KPU RI

Ini Kebijakan Berani yang Diambil Jokowi Saat Sudah Sah Ditetapkan sebagai Pemenang Pilpres 2019
Twitter/@ArrajolM
Isi Pemberitaan Presiden Jokowi di Majalah Arab Saudi, Ustaz Yusuf Mansur: Teriring Doa untuk Presiden 

TRIBUNKALTIM. CO - Capres 01, Jokowi sudah memiliki sejumlah kebijakan yang akan diterapkan saat sudah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019, oleh KPU RI.

Jokowi berencana kembali membubarkan beberapa Lembaga Negara yang dinilai tak lagi efektif dan efisien sesuai perkembangan zaman.

Pembubaran sejumlah Lembaga Negara tersebut akan dilakukan Jokowi untuk periode selanjutnya bersama cawapres Ma'ruf Amin, jika nantinya telah sah ditetapkan KPU RI sebagai pemenang Pilpres 2019

Jokowi menjelaskan, dalam lima tahun pemerintahannya sejak 2014 bersama wapres Jusuf Kalla, telah melakukan reformasi birokrasi dan reformasi struktural untuk menciptakan penyederhaan perizinan di Indonesia. 

 

Jokowi menilai saat itu, banyak Lembaga Negara yang tumpang tindih dan akhirnya tidak menciptakan sebuah kelembagaan yang efisien. 

"Ini tugas kita yang mudah-mudah sulit.

Bisa dikatakan sulit, dalam 5 tahun kita bubarkan 23 Lembaga Negara yang dilihat tidak relevan dengan waktu dan zaman," paparnya. 

Presiden Joko Widodo (kiri) menyambut Presiden ketiga RI BJ Habibie (kanan) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Dalam pertemuan tersebut BJ Habibie mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo untuk periode 2019-2024 berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, serta berpesan agar proses pemilu tidak membuat bangsa pecah dan menghambat pembangunan.
Presiden Joko Widodo (kiri) menyambut Presiden ketiga RI BJ Habibie (kanan) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Dalam pertemuan tersebut BJ Habibie mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo untuk periode 2019-2024 berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, serta berpesan agar proses pemilu tidak membuat bangsa pecah dan menghambat pembangunan. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Saat buka puasa bersama HIPMI, tampak Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Abdul Latief, Agung Laksono, dan Ustaz Yusuf Mansyur. 

Dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan dirinya akan memilih orang-orang yang berani melakukan eksekusi program atau kebijakan secara tepat dan cepat dalam pemerintahan ke depan. 

Ini menjadi syarat mutlak dari Kabinet Kerja yang akan kembali dibentuk pada masa pemerintahan baru Jokowi -Ma'ruf Amin bila benar sampai dilantik.

"Sudah saya sampaikan bolak-balik, mampu mengeksekusi dari program-program yang ada, kemampuan eksekutor itu yang paling penting," ujar Jokowi seusai buka puasa bersama dengan HIPMI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (26/5/2019). 

 

Selain itu memiliki jiwa eksekusi, Jokowi juga menginginkan para menterinya nanti mampu melakukan manajerial secara baik karena nantinya mengelola ekonomi makro maupun daerah. 

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved