Ramadhan 2019

Ketua MUI Kota Samarinda Ini Nyaris Memarahi Penjaga Tenant, Kalau Piring Ini Saya Balik Bagaimana

Majelis Ulama Indonesia Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur merasa heran di hari Ramadhan 2019 ada hal yang aneh di para pedagang makanan

Ketua MUI Kota Samarinda Ini Nyaris Memarahi Penjaga Tenant, Kalau Piring Ini Saya Balik Bagaimana
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Zaini Naim (bersongkok), sempat pertanyakan alasan mengapa ayam yang dijual didatangkan dari luar Samarinda, dan hanya kantongi sertifikat halal dari daerah dan belum dari MUI Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur di pertengahan perjalanan Ramadhan 2019 kali ini merasa gundah gulana. 

Hal ini penyebabnya terkait peredaran bahan makanan yang ada di Kota Samarinda. Pihak Majelis Ulama Indonesia melihat ada keganjilan yang tidak semestinya terjadi. 

Kali ini Majelis Ulama Indonesia gundah, melihat jualan bahan panganan dianggap tidak masuk kriteria layak konsumsi termasuk dengan kondisi para pedagang makanan yang tidak sesuai dengan nuansa Ramadhan 2019

Bahkan karena ada beberapa warung makan yang tidak mencerminkan kesan Ramadhan 2019 maka pihak Majelis Ulama Indonesia merasa sedih, sempat saja dibuat kesal.

Diungkapkan, Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak (sidak) Pemkot Samarinda ke gudang makanan dan retail.

Ada 3 hal yang ia soroti, mulai dari susu kedaluwarsa, tenant makanan tak tertutup tirai selama puasa, dan sertifikat ayam halal dari luar kota yang belum memperoleh izin instansi resmi.

Memasuki gudang penyimpanan makanan kemasan di komplek pergudangan Jalan Ir Sutami, Zaini, terperangah dengan tumpukan susu kental manis yang sudah kedaluwarsa.

Ratusan kaleng susu dalam puluhan tumpukan kardus itu masih tersusun rapi membaur dengan kardus makanan lain yang siap jual.

Meski ada tulisan berapa jumlah kaleng susu yang siap dimusnahkan yang ditulis di atas kertas oleh pengelola, Zaini masih merasa tak puas.

Sebab, menurut aturan, seharusnya, makanan kadaluarsa itu ditempatkan di lokasi terpisah dengan makanan lain yang masih layak, agar tak tercampur.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved