Pentolan Pondok Pesantren di Cianjur Dijemput Kepolisian Terkait Aksi 22 Mei? Ini Kata Kapolres

Pimpinan Pondok Pesantren At Taqwa, Ustaz Umar dijemput Kepolisian, ada kaitannya dengan kasus aksi 22 Mei di Polda Metro Jaya. Ini penjesalan Kapolre

Pentolan Pondok Pesantren di Cianjur Dijemput Kepolisian Terkait Aksi 22 Mei? Ini Kata Kapolres
YouTube KOMPASTV
ILUSTRASI - Peristiwa aksi 22 Mei 2019 yang Berujung Anarkis, Massa Lempar Batu hingga Mobil Dibakar. Pimpinan Pondok Pesantren At Taqwa, Ustaz Umar dijemput Kepolisian, ada kaitannya dengan kasus aksi 22 Mei di Polda Metro Jaya. 

TRIBUNKALTIM.CO, CIANJUR - Pihak Kepolisian setelah resmi menahan Mustofa Nahrawardaya dalam kaitan dugaan cuitan ujaran kebencian di media sosial, kemudian Kepolisian pun menjemput pimpinan Pondok Pesantren At Taqwa, Ustaz Umar

Nah, Kepolisian menjemput pentolan Pondok Pesantren At Taqwa, Ustaz Umar ada kaitannya dengan kasus di Polda Metro Jaya. Kabar yang berhembus Kepolisian mengamankan Pondok Pesantren At Taqwa, Ustaz Umar, soal kaitan beberapa hari yang lalu, apakah aksi 22 Mei?

Namun yang pasti, informasi yang berkembang petinggi Pondok Pesantren At Taqwa, Ustaz Umar tersebut sudah diamankan, ada urusan terkait hal yang berhubungan dengan Polda Metro Jaya. 

Hal tersebut diungkapkan, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah melalui Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto membenarkan pimpinan Pondok Pesantren At Taqwa, Ustaz Umar, diamankan oleh pihak kepolisian.

Budi mengatakan, Polres Cianjur dalam hal ini hanya diminta bantuan untuk menemani aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya untuk menjemput Ustaz Umar di Cianjur.

"Jadi sama jajaran Kepolisian Polda Metro Jaya ya bukan dari Densus," ujar Budi, Senin (27/5/2018).

Budi mengatakan, ia tak berwenang untuk menjelaskan  alasan penjemputan Ustaz Umar di Cianjur oleh jajaran Kepolisian Polda Metro Jaya yang dilakukan pada Jumat akhir pekan kemarin.

"Kami hanya diminta menemani, jadi yang berwenang menjelaskan Polda Metro Jaya," kata Budi.

Saat ditanya apakah ini ada kaitannya dengan aksi 22 Mei, Budi pun menyerahkan hal tersebut kepada Polda Metro Jaya.

"Karena yang bersangkutan di Cianjur, Polda Metro Jaya hanya izin minta didampingi saja," kata Budi.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved