Pilpres 2019

Sebelum Kerusuhan 22 Mei, Kominfo RI Telah Tutup Sekitar 61 Ribu Akun WhatsApp, Begini Alasannya

Kominfo juga bekerja sama dengan penyedia platform digital tuk tangkal akun penyebar hoaks. Kominfo sebelum kerusuhan 22 Mei lalu telah menutup.

Sebelum Kerusuhan 22 Mei, Kominfo RI Telah Tutup Sekitar 61 Ribu Akun WhatsApp, Begini Alasannya
TribunKaltim.co/HO
Ilustrasi Chat WhatsApp. Sebelum dan selama pembatasan akses sebagian fitur platform media sosial dan percakapan instan berupa fitur image dan video. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menutup ribuan akun media sosial dan situs web termasuk satu di antaranya WhatsApp. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah berupaya mengurangi dampak hoaks dan ujaran kebencian yang disebarluaskan melalui platform media sosial dan percakapan instan.

Upaya itu ditujukan untuk meminimalisasi dan menghindarkan konflik sebagai akibat tindakan kekerasan yang dipicu oleh informasi hoaks.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengambil tiga langkah untuk menjaga media sosial dan dunia maya Indonesia agar tetap damai.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, melalui press rilis yang dikirimkan ke Tribunkaltim.co melalui sambungan WhatsApp pada Senin (27/5/2019).

Sebut, hoaks yang tidak dikendalikan akan berpotensi memicu aksi massa dan kekerasan yang berdampak pada jatuhnya korban.

Satu hoaks saja sudah cukup untuk memicu aksi massa yang berujung penghilangan nyawa.

Seperti salah satunya yang menimpa Mohammad Azam di India pada tahun 2018.

Padahal, ada banyak hoaks sejenis itu.

"Lalu-lalang di Indonesia setiap hari, apalagi sekitar 22 Mei lalu," ujar Menteri Rudiantara di Jakarta, Senin (27/05/2019).

Menteri Kominfo Rudiantara menyebut ada tiga langkah yang diambil pemerintah berdasarkan tingkat kegentingan peredaran konten hoaks.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved