Pilpres 2019

Sebelum Kerusuhan 22 Mei, Kominfo RI Telah Tutup Sekitar 61 Ribu Akun WhatsApp, Begini Alasannya

Kominfo juga bekerja sama dengan penyedia platform digital tuk tangkal akun penyebar hoaks. Kominfo sebelum kerusuhan 22 Mei lalu telah menutup.

Sebelum Kerusuhan 22 Mei, Kominfo RI Telah Tutup Sekitar 61 Ribu Akun WhatsApp, Begini Alasannya
TribunKaltim.co/HO
Ilustrasi Chat WhatsApp. Sebelum dan selama pembatasan akses sebagian fitur platform media sosial dan percakapan instan berupa fitur image dan video. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menutup ribuan akun media sosial dan situs web termasuk satu di antaranya WhatsApp. 

Langkah itu lazim dan kerap diambil oleh Pemerintah di negara lain untuk mencegah meluasnya kerusuhan.

Langkah pertama adalah menutup akses tautan konten atau akun yang terindikasi menyebarkan hoaks.

Kedua, bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk menutup akun.

Dan ketiga, pembatasan akses terhadap sebagian fitur platform digital atau berbagi file.

Pembatasan akses merupakan salah satu dari alternatif-alternatif terakhir yang ditempuh seiring dengan tingkat kegentingan.

"Pemerintah negara-negara lain di dunia telah membuktikan efektivitasnya untuk mencegah meluasnya kerusuhan," jelas Rudiantara.

Menteri Kominfo menjelaskan bagaimana Srilanka menutup akses ke Facebook dan WhatsApp untuk meredam dampak serangan bom gereja dan serangan anti-muslim yang mengikutinya.

Sementara, Iran pernah menutup akses Facebook pada tahun 2009 setelah pengumuman kemenangan Presiden Ahmadinejad.

"Banyak negara lain melakukan pembatasan dan penutupan dengan berbagai pertimbangan," tandas Rudiantara.

Tutup Akses 2184 Akun dan Website
Sebelum dan selama pembatasan akses sebagian fitur platform media sosial dan percakapan instan berupa fitur image dan video.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved