Walikota Neni Moerniaeni Gagas Program Mitigasi Kebakaran, Bangun Hidran di Pemukiman Padat Penduduk

penyediaan hidran kering di pemukiman padat penduduk memang bersifat mendesak. Sebab, umumnya kebakaran yang terjadi di lokasi seperti ini

Walikota Neni Moerniaeni Gagas Program Mitigasi Kebakaran, Bangun Hidran di Pemukiman Padat Penduduk
Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengaku sudah meminta Bapelitbang segera merampungkan penyusunan program mitigasi kebakaran. Program ini nantinya bakal menyediakan hidran kering di titik-titik potensi kebakaran, seperti pemukiman padat penduduk. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan telah menyusun program pencegahan bencana kebakaran di kawasan padat penduduk Kota Bontang.

Program mitigasi kebakaran ini bakal menyediakan hidran kering di titik-titik potensi kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk.

“Sudah saya minta Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang) susun program ini,” ujar Wali Kota Neni Moerniaeni usai menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Rumah Singgah, Kelurahan Bontang Baru, Senin (27/5/2019).

Neni Moerniaeni mengatakan, perencanaan program mitigasi kebakaran memang sudah dibahas sejak lama. Hanya saja, beberapa tahun lalu badai defisit anggaran menerpa APBD Bontang. Dampaknya sejumlah kegiatan yang telah tersusun tak bisa direalisasikan.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni (Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan)

Menurutnya, penyediaan hidran kering di pemukiman padat penduduk memang bersifat mendesak. Sebab, umumnya kebakaran yang terjadi di lokasi seperti ini. Akses jalan yang sempit dan rumah yang berdempetan.

“Kita fokuskan di rumah-rumah yang banyak dibangun dengan menggunakan kayu, seperti kampung atas air dan titik-titik rawan lainnya,” ujarnya.

Neni Moerniaeni menjelaskan rencananya penyediaan hidran akan ditempatkan di tiap RT atau sesuai titik dalam satu kawasan pemukiman.

Sementara itu, usulan DPRD Bontang agar pemerintah menyediakan Alat Pemadam Ringan (APAR) tiap rumah dinilai perlu kaji lebih dalam.

Penyediaan APAR tentu kan memerlukan biaya perawatan. Selain itu, biaya untuk penyediaan alat ini cukup besar. “Kita akan kaji lagi, soalnya ada perawatan APAR secara berkala apalagi jika beli APAR dari dana Produta tentu harus dipertimbangkan lagi. Kecuali untuk Hidran yah, kalau pemerintah sudah siapkan soal itu,” ujar Neni Moerniaeni

Diberitakan sebelumnya, DPRD Bontang meminta pemerintah perlu merealisasikan kebijakan pengadaan Alat Pemadam Ringan (APAR) dan hidran kering di kawasan padat penduduk, seperti di lokasi kebakaran kemarin.

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved