Mengenal 2 Terduga Pelaku Calon Pembunuh Bayaran 4 Tokoh Nasional, Mantan Anggota TNI

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengumumkan 4 tokoh nasional serta seorang pimpinan lembaga survei yang menajdi target pembunuhan

(ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO)
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) disaksikan Menko Polhukam Wiranto (kiri) dan Kepala KSP Moeldoko (kanan) menunjukkan barang bukti senjata api saat menyampaikan konferensi pers perkembangan pascakerusuhan di Jakarta dini hari tadi, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Menko Polhukam mengatakan Pemerintah sudah mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi setelah unjuk rasa di depan Bawaslu dan memastikan aparat keamanan akan menindak tegas secara hukum. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kapolri Jendral Tito Karnavian mengumumkan 4 tokoh nasional serta seorang pimpinan lembaga survei yang menajdi target pembunuhan

Keempat nama yang diumuman tersbeut adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden bidang intelijen Gories Mere.

Sementara untuk pimpinan lembaga survei Kapolri masih enggan mengumumkan,

Pengungkapan 4 target pembunuhan itu berdasarkan  pemeriksaan terhadap enam tersangka yang telah diamankan sebelumnya terkait kerusuhan aksi 21-22 Mei dan kepemilikan senjata api ilegal.  

Dua terduga calon eksekutor pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional sudah diamankan pihak kepolisian bersama empat orang lainnya yang berperan sebagai penyuplai senjata api dan perekrutnya.

Calon eksekutor pertama berinisial IR yang tinggal di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

IR ditangkapa Selasa (21/5/2019) sekira pukul 20.00 WIB di Pos Peruri, kantor security di Jalan KPBD Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kemudian terduga calon eksekutor lainnya berinisial TJ yang beralamat di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

 

Polisi menangkap TJ, Jumat (24/5/2019) sekira pukul 08.00 WIB di parkiran Indomaret, Sentul, Citeureup, Bogor.

Berdasar hasil pemeriksaan urine, TJ positif mengandung amfetamin dan metamfetamin.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan bila IR dan TJ merupakan orang yang disiapkan dalam perencanaan pembunuhan tersebut.

"IR berperan sebagai eksekutor menerima uang Rp 5 juta," jelas Iqbal, Senin (27/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved