Mutiara Ramadhan

Sujud dan Berdiri

DALAM Al-Quran disebutkan orang disayang Allah Yang Maha Kasih dan mendapat pahala besar adalah mereka yang mau mengingat Allah

Sujud dan Berdiri
IST
Mutohharun Jinan 

Allah sumber dan yang membawa ketenangan hati manusia, karena itu manusia diperintah supaya mendirikan shalat untuk mengingat Dia. Intensitas kebermaknaan ibadah salat akan lebih terasa jika pelaku menyadari ibadah itu sebagai kebutuhan, bukan kewajiban semata.

Secara psikologis aktivitas yang didorong oleh kebutuhan akan memberi penekanan pada isi dan substansi. Menempatkan salat sebagai kewajiban saja akan menekankan pada aspek formalitas salatnya.

Isyarat kedekatan
Salat di waktu malam yang sunyi merupakan aktivitas perjumpaan jiwa raga kepada Allah. Kedalaman makna perjumpaan itu tergantung pada kesungguhan mengharap kasih Allah.

Karena dalam agama diajarkan Allah menguasai alam raya dan menguasai kehidupan manusia, baik kehidupan lahir maupun batin.

Bagi kaum muslim malam hari merupakan waktu untuk melakukan pengaduan atas prestasi dosa yang telah dilakukan.

Ada sebagian hamba-hamba-Nya yang sedikit sekali tidur di waktu malam dan di waktu sahur, mereka memohon ampun kepada Allah (QS Al-Dzariyat: 17-18).

Inilah yang sesungguhnya hakekat qiyamullail, ibadah yang dijaminkan Allah membawa kemuliaan martabat manusia. Seorang muslim dalam salatnya menghimpun segala bentuk dan cara pengakuan, penghormatan, serta pengagungan yang dikenal umat manusia.

Dalam salat ada isyarat penghormatan menggunakan tangan, berdiri tegak, menunduk, rukuk, sujud, puji-puji, doa, dan pengharapan. Dalam ayat di atas kata sujud lebih dahulu disebut dari pada berdiri, padahal dalam salat berdiri dulu baru sujud.

Kapan Waktu yang Tepat Melaksanakan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan? Berikut Penjelasan Ulama
Kapan Waktu yang Tepat Melaksanakan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan? Berikut Penjelasan Ulama (SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR)

Hal itu untuk menunjukkan pada saat sujud mengisyaratkan betapa dekatnya manusia kepada Sang Pencipta. Betapa lemahnya manusia di hadapan Tuhannya sehingga tumbuh sifat rendah hati.

Karena itu salat harus dilakukan secara khusuk penuh ketulusan kepada-Nya. Tidak boleh ada canda tawa, tidak juga dibenarkan ada gerakan selain gerakan saalat.

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved