Pilpres 2019

Temui Fadli Zon, Keluarga Korban Kerusuhan 22 Mei Ini Membawa 32 Bukti

Keluarga Harun Al Rasyid, korban meninggal dunia akibat kerusuhan 22 Mei lalu di Jakarta, menemui Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon

Temui Fadli Zon, Keluarga Korban Kerusuhan 22 Mei Ini Membawa 32 Bukti
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas kepolisian terlibat bentrok dengan massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Keluarga Harun Al Rasyid, korban meninggal dunia akibat kerusuhan 22 Mei lalu di Jakarta, menemui Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/5).

Dalam pertemuan itu tim kuasa hukum dan keluarga Harun menyerahkan 32 bukti berupa video dan foto kepada pimpinan DPR.

Didin Wahyudin, ayah dari Harun Al Rasyid, menyampaikan harapannya kepada pemerintah dalam pertemuan itu. Didin berharap pemerintah mengusut tuntas kasus kematian anaknya.

"Saya minta keadilan saja karena anak saya ini masih di bawah umur jadi korban penembakan. Saya minta keadilan," ujar Didin.

Massa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari.
Massa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Harun Al Rasyid adalah satu dari delapan orang yang tewas akibat kerusuhan lalu. Harun merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Almarhum anak laki-laki satu-satunya karena kakak dan adiknya berjenis kelamin perempuan.

"Perih buat saya, perih sekali, ketika saya dikabarkan anak saya sudah dalam keadaan jadi jenazah di Polsek Kramat Jati," tutur Didin.

Didin menuturkan menemukan jenazah anaknya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Jenazah Harun sempat disemayamkan di Rumah Sakit Dharmais kemudian dipindah ke Rumah Sakit Polri karena identitasnya tidak diketahui.

"Yang saya bingung, waktu mengambil jenazah anak saya, sulit sekali. Kenapa mengambil jenazah saja harus besok, padahal malam itu saya pengin sekali anak saya buru-buru dibawa pulang," imbuh dia.

Aparat Kepolisian membuat barikade saat terjadi bentrok dengan pendemo rusuh di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Bentok terjadi setelah massa dipukul mundur dari kericuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) malam.
Aparat Kepolisian membuat barikade saat terjadi bentrok dengan pendemo rusuh di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Bentok terjadi setelah massa dipukul mundur dari kericuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) malam. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Didin semakin bingung karena pihak Rumah Sakit Polri tidak memberikan hasil autopsi terhadap jenazah Harun. Didin mengaku heran terhadap hal itu.

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved