Pemilu 2019

DPO Pelanggar Pemilu 2019 di Kutai Timur Divonis Dua Bulan Penjara

Majelis hakim telah menjatuhkan vonis pidana penjara yang disertai hukuman denda pada dua terdakwa, Rabu (29/5).

DPO Pelanggar Pemilu 2019 di Kutai Timur Divonis Dua Bulan Penjara
TRIBUN KALTIM/ MARGARET SARITA
Persidangan perkara pelanggaran Pemilu 2019 di Pengadilan Negeri Sangatta 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA Sidang perkara pelanggaran Pemilu 2019 akhirnya sampai pada puncaknya.

Majelis hakim yang diketuai Rahmad Sanjaya serta beranggotakan Marjani L Diarti dan M Ridwan telah menjatuhkan vonis pidana penjara yang disertai hukuman denda pada dua terdakwa, Rabu (29/5).

Terdakwa atas nama Yusuf Rampa, divonis satu bulan penjara dengan disertai denda sebesar Rp 1 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Ia sebelumnya dituntut JPU M Israq dua bulan pidana kurungan dan denda Rp 2 juta subsidair dua bulan kurungan.

Sementara Andi Amiludin mendapat vonis sama dengan tuntutan JPU Harisman, yakni dua bulan pidana kurungan dan denda Rp 2 juta, subsidair satu bulan kurungan.

Persidangan perkara pelanggaran Pemilu 2019 di Pengadilan Negeri Sangatta
Persidangan perkara pelanggaran Pemilu 2019 di Pengadilan Negeri Sangatta (TRIBUN KALTIM/ MARGARET SARITA)

Terdakwa Andi Alimudin dijatuhi hukuman lebih berat karena dianggap tidak kooperatif.

Ia tidak pernah hadir dalam persidangan dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Seperti diketahui, kedua warga Kutim tersebut dituduh telah melakukan pelanggaran Pemilu pada 17 April lalu.

Keduanya nekat berlaku curang saat pencoblosan.

Yakni, mencoblos dua kali di dua TPS berbeda.

Halaman
123
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved