Pemilu 2019

DPO Pelanggar Pemilu 2019 di Kutai Timur Divonis Dua Bulan Penjara

Majelis hakim telah menjatuhkan vonis pidana penjara yang disertai hukuman denda pada dua terdakwa, Rabu (29/5).

DPO Pelanggar Pemilu 2019 di Kutai Timur Divonis Dua Bulan Penjara
TRIBUN KALTIM/ MARGARET SARITA
Persidangan perkara pelanggaran Pemilu 2019 di Pengadilan Negeri Sangatta 

Hanya saja, terdakwa Andi Amiludin belum sempat melakukan aksinya, sudah ketahuan lebih dulu.

“Terdakwa Yusuf Rampa mencoblos di TPS 68 kemudian ke TPS 66 untuk mencoblos lagi.

Aksinya ini ketahuan pihak TPS, setelah ada warga yang usai mencoblos di TPS 68, kemudian nongkrong di TPS 66 dan melihat terdakwa berada di bilik suara TPS 66.

Padahal sebelumnya, warga tersebut melihat terdakwa sama-sama di bilik suara TPS 68 untuk menyalurkan hak suara,” kata Budi Wibowo, komisioner Bawaslu Kutim yang ikut menjadi saksi dalam perkara ini.

Sementara, terdakwa Andi Alimuddin, para saksi mengatakan terdakwa membawa C6 untuk TPS setempat.

Namun, setelah dicocokkan dengan KTP yang bersangkutan, ternyata alamatnya di Kecamatan Bengalon.

“C6 dan KTP beda kecamatan. Informasinya C6 diperoleh dari warga sekitar juga.

Sehingga ia datang ke TPS dengan bermodalkan C6 kemudian mencoblos atas nama orang lain yang namanya termuat dalam C6 dan ada di dalam DPT.

Padahal, itu bukan namanya,” ungkap Budi. (*)

Subscribe official YouTube Channel

Halaman
123
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved