Pasca Lebaran, Warung Makan Beromset Rp 800.000/Hari Dilarang Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram

Saya sempat tanya pada satu warung makan, 'sehari kamu habis berapa?' dia jawab 3 tabung. Sehari 3 tabung kemudian dikali 30 hari sudah 90 tabung

Pasca Lebaran,  Warung Makan Beromset Rp 800.000/Hari Dilarang Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram
Tribunkaltim.co, Heriani AM
Salah satu warung makan di Kelurahan Petung yang menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi 3 kilogram, Rabu (29/5/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pasca Lebaran 2019, akan ada surat larangan kepada warung-warung makan yang berpenghasilan Rp 800.000 perhari untuk tidak menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop UKM), Muhammad Sukadi Kuncoro, Rabu (29 Mei 2019). 

Menurutnya, warung-warung makan adalah salah satu faktor tidak terdistribusinya gas melon bersubdisi tersebut kepada masyarakat yang diperuntukan, yakni yang kurang mampu.

"Saya sempat tanya pada salah satu warung makan, 'sehari kamu habis berapa?'

Dia jawab 3 tabung.

Sehari 3 tabung kemudian dikali 30 hari sudah 90 tabung.

Ini hanya satu warung makan," bebernya.

Muhammad Sukadi Kuncoro menjelaskan, masyarakat kurang mampu yang punya hak pada tabung gas elpiji bersubsidi 3 kilogram ini akan merasa dirugikan, karena stok yang seharusnya untuk mereka, malah tidak tepat sasaran.

"Kan kasihan masyarakat miskin yang punya hak di situ," tegasnya.

Lanjut Muhammad Sukadi Kuncoro, pihaknya akan menerbitkan surat larangan dan menyampaikan kepada warung-warung makan yang ada di empat kecamatan Kabupaten PPU.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved