DKP Tekankan Pentingnya Jaga Zonasi Budidaya Rumput Laut, Gelar Patroli Rutin

Pengelolaaan rumput laut di Kalimantan Utara terus diawasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara bersama jajaran TNI Angkatan Laut

DKP Tekankan Pentingnya Jaga Zonasi Budidaya Rumput Laut, Gelar Patroli Rutin
TribunKaltim.CO/Muhammad Arfan
Amir Bakry, Kepala DKP Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR - Pengelolaaan rumput laut di Kalimantan Utara terus diawasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara bersama jajaran TNI Angkatan Laut, Kepolisian, KSOP, dan Kejaksaan.

Pengawasan budidaya rumput laut dilakukan untuk menghindari pelanggaran zonasi rumput laut berdasarkan Peraturan Daerah Kalimantan Utara Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun 2018-2038.

"Pengawasan kita lakukan bersama aparat terkait untuk menghindari pelanggaran zonasi. Ini penting agar tidak menganggu penggunaan kawasan laut lainnya. Misalnya zonasi pelayaran," kata Amir Bakri, Kepala DKP Kalimantan Utara, Kamis (30/5/2019).

Amir menegaskan, jika terjadi pelanggaran zonasi, maka aparatur penegak hukum akan melakukan tindakan berdasarkan prosedur hukum yang ada.

Kegiatan pengawasan rutin yang dilaksanakan, sebutnya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltara, Nomor 188.44/K.125/2019,

tentang Tim Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Terpadu Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2019 yang melibatkan TNI/Polri, Kejaksaan, dan KSOP.

Amir mengatakan, berdasarkan perda tersebut ada beberapa sanksi yang bisa diterapkan, mulai dari sanksi administratif hingga sanksi pidana. Sanksi administratif berupa peringatan tertulis, peringatan sementara, denda administratif, dan pencabutan izin.

Selain  jajaran TNI/Polri, pengawasan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil juga dapat dilaksanakan  Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Amir mengharapkan peran serta masyarakat untuk menjaga zonasi laut agar kehadirannya dapat memberi manfaat kesejahteraan bagi semua masyarakat.

"Masyarakat juga harus menjadi pelindung dan pelestarian sumber daya laut kita dan zonasinya. Memanfaatkan zonasi sesuai peruntukannya juga menjadi bagian peran serta masyarakat untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan laut dan mencegah konflik," ujarnya. (*)

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved