Kenaikan Isa Al Masih

Jadi Pengikut dan Saksi

Harus kita akui setiap kita mendengarkan Yesus naik ke surga maka kita membayangkan bahwa Dia naik ke tempat di atas yang kita katakan "Sorga"

Jadi Pengikut dan Saksi
IST/HUMAS
Pendeta Analita Mega

" Duduk di sebelah kanan Allah Bapa, bukan terutama berarti lokasi. Itu menunjukkan status. Yaitu status yang menempatkan Dia sebagai Hakim atas seluruh bangsa. Dengan peristiwa kenaikan ini Yesus mendapat dua status sekaligus: Sebagai yang Berkuasa dan Hakim atas seluruh bangsa.

Ada perbedaan yang jelas antara burung dan pesawat naik ke udara dengan Yesus naik ke sorga. Burung dan pesawat yang naik ke angkasa, si burung dan pesawat berada di angkasa. Dia sudah tidak ada di tempatnya semula lagi dalam wujud apapun.

Sedangkan Yesus naik ke sorga, masih hadir dalam wujud Roh bersama dengan murid-murid dan semua orang percaya.

Untuk itu Dia berpesan pada muridnya: Tetapi kamu harus tinggal di kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.

Ada kuasa yang datang untuk menyertai para murid dan orang percaya setelah "kenaikan" Yesus. Penulis yang sama juga mengatakan dalam Kisah Para Rasul 1:8, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun atas kamu,…" Artinya tidak terjadi kekosongan dalam "kehadiran". Dia masih tetap hadir dalam wujud Roh.

Kehadiran ini adalah kehadiran untuk menguatkan, memberi semangat, meyakinkan dan dalam bahasa Yohanes kehadiran untuk menghibur. Yohanes 16:7 "…, tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia (Roh penghibur) kepadamu."

Yesus mengingatkan mereka, bahwa setelah kenaikanNya ke sorga mereka akan diperhadapkan dengan tantangan, hambatan dan bahkan penganiayaan yang luar biasa. Menghadapi itu semua, mereka tidak dibiarkan berjalan sendirian. Mereka (orang percaya) akan menghadapi itu bersama dengan Yesus yang kehadirannya dalam wujud Roh.

Dengan demikian merayakan Kenaikan Yesus ke Sorga, adalah perayaan untuk diri kita sendiri, baik secara persekutuan maupun sebagai pribadi. Di tengah banyaknya tantangan, hambatan, kesukaran kita tidak berjalan sendirian.

Kita tetap berjalan bersama dengan Yesus yang terus setia hadir dalam kehidupan konkrit kita. Ini juga yang membuat para murid percaya diri, menghadapi penganiayaan yang begitu terencana, dilakukan oleh orang yang memegang kuasa politis dan agama dan bersifat menyeluruh dan serentak.

Mereka percaya diri bukan berasal dari kekuatan sendiri, tapi : Penguasa Dunia, Raja dan Hakim atas seluruh bangsa berjalan bersama dengan mereka dalam wujud Roh.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved