Kenaikan Isa Al Masih

Jadi Pengikut dan Saksi

Harus kita akui setiap kita mendengarkan Yesus naik ke surga maka kita membayangkan bahwa Dia naik ke tempat di atas yang kita katakan "Sorga"

Jadi Pengikut dan Saksi
IST/HUMAS
Pendeta Analita Mega

Perayaan naik ke Sorga adalah perayaan murid-murid naik dan bertambah status. Mereka telah mengikuti Yesus selama kurang lebih 3 tahun. Sebagai pengikut: kemana Yesus pergi ke situ mereka ikut.

Umat Kristiani berdoa saat ibadah Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral, Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/5/2018). Peringatan kenaikan Isa Almasih di gereja tersebut tetap diikuti oleh jemaat dengan khidmat dan aman.
Umat Kristiani berdoa saat ibadah Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral, Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/5/2018). Peringatan kenaikan Isa Almasih di gereja tersebut tetap diikuti oleh jemaat dengan khidmat dan aman. (TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi)

Dimana Yesus tinggal dan tidur di situ mereka tinggal dan tidur. Semua inisiatif untuk melakukan pekerjaan datang setelah ada komando dari Yesus.

Sebagai pengikut, mereka setia sebagai pembantu Yesus. Mempersiapkan segala sesuatu agar tugas dan tanggung jawab Yesus terlaksana dengan baik, seperti: tugas memberitakan Injil Kerajaan Sorga, melakukan tanda muzijat, mengajar dan lain-lainnya.

Mereka mempermudah pelayanan Yesus agar semua berjalan lancar sebagaimana mestinya. Sekarang dengan kenaikan Yesus ke sorga mereka tidak lagi punya tugas untuk mempersiapkan sarana dan fasilitas pelayanan Yesus.

Perubahan status sebagai Saksi. Mereka sendiri yang secara langsung untuk memberitakan Injil itu. Itu dilakukan dengan inisiatif sendiri. Mereka akan terus berinisiatif melakukan tugas sebagai saksi dan sekaligus memikirkan cara dan metode yang tepat untuk itu.

Dengan Kuasa Roh Kudus, mereka juga yang melakukan tanda-tanda mujizat. Jikalau ada pertanyaan, mereka sendiri yang akan menjawabnya. Mereka tidak bisa mengatakan: Tunggu saya tanya dulu guru saya Tuhan Yesus. Atau mengatakan ketika ada pertanyaan sulit "Wah, saya tidak mampu menjawabnya, karena Guru kami tidak mengajar kami jawaban untuk hal itu. Sesulit apapun pertanyaannya dan juga tantangan yang mereka hadapi mereka harus menjawabnya.

Sebagai saksi mereka mempertanggungjawabkan apa yang mereka saksikan. Ini berdampak pada keamanan mereka sendiri. Itu adalah konsekuensi logis dari Saksi. Hakekat dari Saksi: adalah menyaksikan apa yang diyakininya dan menerima penuh sukacita akibat dari kesaksian itu.

Dia tidak dalam posisi untuk menolak akibat dari kesaksian itu, walaupun itu menyangkut keselamatan diri sendiri.

Dia harus mempunyai keyakinan yang sungguh bahwa yang disaksikan adalah kebenaran yang membawa pada Keselamatan. Dia menyaksikan kesaksiannya dengan Kekuatan dan Penyertaan dari Roh Kudus.

Dengan demikian mengandalkan kekuatan, pendidikan dan kecakapan sendiri justru membuat fungsi sebagai saksi tidak produktif, membuang-buang waktu dan terutama mengabaikan peran dari yang disaksikan itu sendiri yaitu Yesus Kristus.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved