Kenaikan Isa Al Masih

Jadi Pengikut dan Saksi

Harus kita akui setiap kita mendengarkan Yesus naik ke surga maka kita membayangkan bahwa Dia naik ke tempat di atas yang kita katakan "Sorga"

Jadi Pengikut dan Saksi
IST/HUMAS
Pendeta Analita Mega

Oleh: Pdt Analita Migang
(Ketua PGI Wilayah Kaltim)

TRIBUNKALTIM.CO - SAUDARA-saudari se-Iman. Harus kita akui setiap kita mendengarkan Yesus naik ke surga maka kita membayangkan bahwa Dia naik ke tempat tertentu di atas yang selalu kita katakan "Sorga".

Hal itu juga digambarkan oleh Kisah Para Rasul 1:9, yaitu ketika Yesus naik, awan menutupinya. Awan tentunya juga akan menunjukkan lokasi dan lokasinya selalu di atas. Tetapi di sisi lain : "Naik" tidak selamanya menunjukkan tempat atau lokasi.

Contoh: anak kita "naik" kelas. Istilah naik di sini bukan terutama pindah lokasi ruang kelas, walaupun itu sering terjadi. Tetapi yang paling utama adalah "naik status".

Dari kelas V SD umpamanya menjadi kelas VI SD. Atau dari SMP naik ke SMA. Kedua contoh itu menerangkan "naik status".

Contoh lain, kalau kita atau keluarga naik pangkat dari Eselon IV menjadi Eselon III, dari kapten menjadi Mayor, itu juga berarti naik status.

Jadi istilah naik terutama mempunyai makna: naik status. Pada perayaan: Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga: kita merayakan Yesus naik status yang diungkap dengan ungkapan naik ke sorga.

Pada hari Natal: Yesus menurunkan statusnya menjadi manusia dan sama dengan manusia. Dia makan, tidur, bertumbuh dan berkembang kemudian melayani.

Pada hari Jumat Agung dan Paskah: Dia digambarkan statusnya makin rendah, orang hina, terpidana mati dan sebagai hamba yang menderita, mati di kayu salib dan bangkit. Setelah itu dijalaniNya, Dia naik status.

Menurut istilah di Mazmur 47:3 : "Sebab Tuhan yang maha tinggi adalah dahsyat, Raja yang besar dan berkuasa atas seluruh bumi". Kenaikan status itulah yang kita syukuri dan rayakan. Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Tuhan yang Maha Tinggi, Dahsyat Raja Besar dan berkuasa atas seluruh bumi. Hal itu juga diungkapkan dalam pengakuan iman kita: …"naik ke Sorga, duduk disebelah kanan Allah Bapa…

Anak-anak dari Harvest Christian Academi mementaskan drama penyaliban Yesus Kristus di Sentosa Waterpark untuk memperingati wafatnya Isa Al Masih.
Anak-anak dari Harvest Christian Academi mementaskan drama penyaliban Yesus Kristus di Sentosa Waterpark untuk memperingati wafatnya Isa Al Masih. (TRIBUN KALTIM/JANUAR ALAMIJAYA)

" Duduk di sebelah kanan Allah Bapa, bukan terutama berarti lokasi. Itu menunjukkan status. Yaitu status yang menempatkan Dia sebagai Hakim atas seluruh bangsa. Dengan peristiwa kenaikan ini Yesus mendapat dua status sekaligus: Sebagai yang Berkuasa dan Hakim atas seluruh bangsa.

Ada perbedaan yang jelas antara burung dan pesawat naik ke udara dengan Yesus naik ke sorga. Burung dan pesawat yang naik ke angkasa, si burung dan pesawat berada di angkasa. Dia sudah tidak ada di tempatnya semula lagi dalam wujud apapun.

Sedangkan Yesus naik ke sorga, masih hadir dalam wujud Roh bersama dengan murid-murid dan semua orang percaya.

Untuk itu Dia berpesan pada muridnya: Tetapi kamu harus tinggal di kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.

Ada kuasa yang datang untuk menyertai para murid dan orang percaya setelah "kenaikan" Yesus. Penulis yang sama juga mengatakan dalam Kisah Para Rasul 1:8, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun atas kamu,…" Artinya tidak terjadi kekosongan dalam "kehadiran". Dia masih tetap hadir dalam wujud Roh.

Kehadiran ini adalah kehadiran untuk menguatkan, memberi semangat, meyakinkan dan dalam bahasa Yohanes kehadiran untuk menghibur. Yohanes 16:7 "…, tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia (Roh penghibur) kepadamu."

Yesus mengingatkan mereka, bahwa setelah kenaikanNya ke sorga mereka akan diperhadapkan dengan tantangan, hambatan dan bahkan penganiayaan yang luar biasa. Menghadapi itu semua, mereka tidak dibiarkan berjalan sendirian. Mereka (orang percaya) akan menghadapi itu bersama dengan Yesus yang kehadirannya dalam wujud Roh.

Dengan demikian merayakan Kenaikan Yesus ke Sorga, adalah perayaan untuk diri kita sendiri, baik secara persekutuan maupun sebagai pribadi. Di tengah banyaknya tantangan, hambatan, kesukaran kita tidak berjalan sendirian.

Kita tetap berjalan bersama dengan Yesus yang terus setia hadir dalam kehidupan konkrit kita. Ini juga yang membuat para murid percaya diri, menghadapi penganiayaan yang begitu terencana, dilakukan oleh orang yang memegang kuasa politis dan agama dan bersifat menyeluruh dan serentak.

Mereka percaya diri bukan berasal dari kekuatan sendiri, tapi : Penguasa Dunia, Raja dan Hakim atas seluruh bangsa berjalan bersama dengan mereka dalam wujud Roh.

Perayaan naik ke Sorga adalah perayaan murid-murid naik dan bertambah status. Mereka telah mengikuti Yesus selama kurang lebih 3 tahun. Sebagai pengikut: kemana Yesus pergi ke situ mereka ikut.

Umat Kristiani berdoa saat ibadah Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral, Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/5/2018). Peringatan kenaikan Isa Almasih di gereja tersebut tetap diikuti oleh jemaat dengan khidmat dan aman.
Umat Kristiani berdoa saat ibadah Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral, Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/5/2018). Peringatan kenaikan Isa Almasih di gereja tersebut tetap diikuti oleh jemaat dengan khidmat dan aman. (TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi)

Dimana Yesus tinggal dan tidur di situ mereka tinggal dan tidur. Semua inisiatif untuk melakukan pekerjaan datang setelah ada komando dari Yesus.

Sebagai pengikut, mereka setia sebagai pembantu Yesus. Mempersiapkan segala sesuatu agar tugas dan tanggung jawab Yesus terlaksana dengan baik, seperti: tugas memberitakan Injil Kerajaan Sorga, melakukan tanda muzijat, mengajar dan lain-lainnya.

Mereka mempermudah pelayanan Yesus agar semua berjalan lancar sebagaimana mestinya. Sekarang dengan kenaikan Yesus ke sorga mereka tidak lagi punya tugas untuk mempersiapkan sarana dan fasilitas pelayanan Yesus.

Perubahan status sebagai Saksi. Mereka sendiri yang secara langsung untuk memberitakan Injil itu. Itu dilakukan dengan inisiatif sendiri. Mereka akan terus berinisiatif melakukan tugas sebagai saksi dan sekaligus memikirkan cara dan metode yang tepat untuk itu.

Dengan Kuasa Roh Kudus, mereka juga yang melakukan tanda-tanda mujizat. Jikalau ada pertanyaan, mereka sendiri yang akan menjawabnya. Mereka tidak bisa mengatakan: Tunggu saya tanya dulu guru saya Tuhan Yesus. Atau mengatakan ketika ada pertanyaan sulit "Wah, saya tidak mampu menjawabnya, karena Guru kami tidak mengajar kami jawaban untuk hal itu. Sesulit apapun pertanyaannya dan juga tantangan yang mereka hadapi mereka harus menjawabnya.

Sebagai saksi mereka mempertanggungjawabkan apa yang mereka saksikan. Ini berdampak pada keamanan mereka sendiri. Itu adalah konsekuensi logis dari Saksi. Hakekat dari Saksi: adalah menyaksikan apa yang diyakininya dan menerima penuh sukacita akibat dari kesaksian itu.

Dia tidak dalam posisi untuk menolak akibat dari kesaksian itu, walaupun itu menyangkut keselamatan diri sendiri.

Dia harus mempunyai keyakinan yang sungguh bahwa yang disaksikan adalah kebenaran yang membawa pada Keselamatan. Dia menyaksikan kesaksiannya dengan Kekuatan dan Penyertaan dari Roh Kudus.

Dengan demikian mengandalkan kekuatan, pendidikan dan kecakapan sendiri justru membuat fungsi sebagai saksi tidak produktif, membuang-buang waktu dan terutama mengabaikan peran dari yang disaksikan itu sendiri yaitu Yesus Kristus.

Sadar atau tidak sadar betapa sering kita mengandalkan kekuatan diri sendiri. Atau betapa sering ketika kita mengandalkan kekuatan dan kehebatan diri sendiri, justru menyingkirkan peran Roh yang membuat kita berdaya guna.

Setelah murid menyaksikan Yesus terangkat ke sorga, mereka: sangat bersukacita. Kesukacitaan itu tentunya ada kaitan dengan tambahan status baru sebagai saksi. Mereka tahu dan sadar akan tantangan dan kesulitan yang akan mereka hadapi.

Tapi semangat sukacita yang menguasai hati dan pikiran mereka. Ini tentunya menjadi energi baru ketika mereka memberitakan berita pertobatan dan pengampunan dosa.

Saudara-saudari se-iman. Melalui perayaan Kenaikan Yesus ke sorga, kita bersyukur karena status kita menjadi jelas, yaitu sebagai "Pengikut dan Saksi".

Status ini menempatkan dalam posisi yang terhormat, karena kita semua dipercaya menjadi 'Pengikut dan Saksi-Nya. Kita dipercaya bukan karena kehebatan, kekuatan dan kefasihan kita berkata-kata.

Kita dipercaya karena dengan pertolongan Roh Kudus kita dapat melakukan dan bertindak sesuai dengan status kita. Amin. Selamat Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga.(*)

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

Jelang Semen Padang vs Persib Bandung, Rene Mihelic Kembali Diduetkan dengan Artur Gevorkyan

Kalah 3 Gol dari Madura United, Pelatih Borneo FC Mario Gomez Akui Timnya Petik Pelajaran Berharga

HEBOH Video Viral Adegan Mesum Pelajar SMP dan Mahasiswa, Youtuber di Banyuwangi Bikin Klarifikasi

Tetangga Ungkap Fakta TJ, Mantan Marinir yang Ditunjuk Habisi 2 Nyawa dari 4 Jenderal Tokoh Nasional

Siapa Dalang Kerusuhan 22 Mei? Simak Paparan Mantan Kepala Intelejen TNI, Mahfud MD dan Kapolri

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved