Lebaran 2019

Kemenhub Klaim Harga Tiket Lebaran 2019 Lebih Murah Dibanding Tahun Lalu, Begini Fakta di Masyarakat

Kemenhub klaim harga tiket pada musim Lebaran 2019 lebih murah dibandingkan periode lebaran 2018 lalu. Begini fakta yang dirasakan masyarakat

Kemenhub Klaim Harga Tiket Lebaran 2019 Lebih Murah Dibanding Tahun Lalu, Begini Fakta di Masyarakat
citilink.co.id
Mulai 8 Februari 2019 Maskapai Citilink Akan Hapus Bagasi Gratis, Menyusul Lion Air 

TRIBUNKALTIM.CO - Harga tiket pesawat terbang yang masih tinggi, membuat banyak kalangan yang memilih mudik menggunakan moda transportasi lain.

Diketahui, harga tiket pesawat sudah menjadi keluhan sejak awal 2019 ini.

Mahalnya harga tiket pesawat pada periode Lebaran 2019 ini masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat melalui platform media sosial.

Meski begitu, Kepala Badan Penilitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbang Kemenhub) Sugiharjo mengatakan, harga tiket pesawat di masa angkutan Lebaran 2019 lebih murah dibandingkan tahun lalu.

Tapi turun dibanding tiket udara tahun lalu," kata Sugihardjo dalam konferensi pers di kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Menurut dia, penurunan ini dikarenakan adanya penurunan tarif batas atas (TBA) di kisaran 12-16 persen oleh regulator beberapa waktu lalu.

Sugiharjo menjelaskan, pada peak season seperti di musim Lebaran 2019, maskapai penerbangan akan menjual harga tiketnya di batas atas. 

Jika masyarakat merasa harga tiket masih mahal, lanjut Sugiharjo, harga tiket itu bukanlah tiket periode mudik Lebaran 2019.

Melainkan tiket sebelum periode mudik di mana TBA belum diturunkan.

"Tahun lalu airline menjualnya jauh dekat batas atas.

Sekarang masih di bawah batas atas tetapi tinggi dirasakan masyarakat.

Jadi saya garis bawahi, yang dirasakan masyarakat itu bukan saat puncak Lebaran 2019," jelasnya.

Sebelumnya, Kemenhub telah menurunkan TBA tiket pesawat di kisaran 12-16 persen.

Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas (TBA) Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang berlaku pada 16 Mei 2019.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan aturan baru itu dibuat guna memenuhi kebutuhan konsumen dengan memperhatikan keberlangsungan bisnis maskapai.

"Revisi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap aspirasi masyarakat dengan tetap memperhatikan keberlangsungan industri penerbangan, terutama menjelang pelaksanaan angkutan Lebaran 2019," kata Polana.

Lion Air Boeing 737-900ER, registrasi pesawat PK-LFY.
Lion Air Boeing 737-900ER, registrasi pesawat PK-LFY. (HO/Humas Lion Air Group)
Halaman
123
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved