Ditinggal Ibunya Jualan Kantong Semen di Kapal, Anak 3 Tahun Menangis di Antara Ribuan Pemudik

Terdampar sendirian di antara banyak orang balita 3 tahun ini nyaris jadi korban penculikan, diduga sengaja ditinggal Ibunya jualan di kapal

Ditinggal Ibunya Jualan Kantong Semen di Kapal, Anak 3 Tahun Menangis di Antara Ribuan Pemudik
TRIBUN KALTIM/ ZAINUL
Menangis tersedu sedu dengan wajah ketakutan, balita ini nyaris jadi korban penculikan di Pelabuhan Semayang Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seorang balita laki-laki diperkirakan berusia 3 tahun nyaris menjadi korban tindakan penculikan di kawasan pelabuhan Semayang Balikpapan, Jumat (31/5/2019).

Sebelumnya balita yang tidak diketahui identitasnya ini ditemukan oleh anggota Polsek kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan sedang menangis dan memangil-manggil nama ibunya.

Ia berada di tengah kerumunan ribuan orang calon penumpang kapal yang berdesak-desakan naik di atas kapal usai berburu tiket mudik gratis yang disediakan KRI Makassar di pelabuhan Semayang Balikpapan.

"Dia menangis di tengah-tangah orang banyak di situ, saya tanya tapi dia tidak bisa ngomong menangis terus, makanya saya angkat bawa ke posko," kata Bripka Wellyngton, anggota Polsek kawasan pelabuhan Semayang Balikpapan.

Balita tersebut diduga sengaja ditinggal oleh ibunya yang ikut naik di atas kapal untuk menjual tikar dari bekas karung semen.

"Ditinggal dia itu sama mamanya, itu loh yang suka cerewet kalau dikasih tahu mamanya ikut naik kapal jualan tikar dia," kata Reni salah seorang pedangan asongan di pelabuhan Semayang Balikpapan

Setelah dibawa ke posko angkutan mudik lebaran yang ada di kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, petugas posko langsung mengumumkan informasi kehilangan anak melalui alat pengeras suara.

Namun hingga pukul 13:40 wita tak satupun penumpang yang merasa kehilangan anak.

"Diberitahukan kepada seluruh penumpang yang merasa kehilangan anak segera menghadap ke posko yang berada di sebelah kiri gedung pelabuhan," kata salah satu petugas posko melalui alat pengeras suara.

Kepada Tribunkaltim.co, petugas posko angkutan lebaran pelabuhan Semayang Balikpapan mengatakan balita tersebut tidak menutup kemungkinan bisa diculik orang apalagi saat itu kondisinya ribuan penumpang sedang desak- desakan naik di atas kapal untuk bepergian.

"Bukannya kita mau negatif thinking tapi menghindari itu lebih baik.

Halaman
12
Penulis: Zainul
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved