Lubang Bekas Tambang Kembali Memakan Korban, BEM Unmul Desak Presiden Jokowi Turun Tangan

Dengan kejadian korban ke-34 meninggal di lubang eks tambang, BEM KM Unmul menyatakan sikap, atas korban dari bekas lubang tambang.

Lubang Bekas Tambang Kembali Memakan Korban, BEM Unmul Desak Presiden Jokowi Turun Tangan
DOK. THERESIA JARI/JATAM KALTIM
Lokasi bekas lubang tambang milik perusahaan KSU Wijaya Kusuma di Sebulu SP1 Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, yang merenggut nyawa Ratna Dewi Pratiwi. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Eksekutif Mahasiswa KM Universitas Mulawarman ( BEM Unmul ) merespon terkait dengan kembali meninggalnya anak di lubang eks tambang bara.

"Kaltim kembali berduka, bekas lubang tambang batu bara di Kota Samarinda, kembali memakan korban jiwa.

Seorang anak bernama Natasya Aprilia Dewi (10) meninggal dunia," ucap Menteri Sosial dan Politik, Derviansyah, Jumat (31/5/2019).

Pihaknya menilai, kejadian tersebut menambah catatan buruk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang tidak becus mengangani kasus lubang tambang di Kaltim yang terus mamakan korban jiwa.

Dari data yang diperoleh pihaknya, Kalimantan Timur merupakan salah satu dari Provinsi penghasil utama batubara.

Terdapat 1.404 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dikeluarkan oleh Pemerintah daerah, Provinsi dan Kab atau Kota.

Akibatnya, 4.464 bekas lubang tambang hingga kini dibiarkan terbuka (dengan asumsi, setiap IUP, meninggikan tiga lubang tambang).

Khusus di Kota Samarinda, terdapat 232 lubang yang ditinggalkan begitu saja.

Dengan kejadian korban ke-34 meninggal di lubang eks tambang, BEM KM Unmul menyatakan sikap, sebagai berikut :

1. Meminta Gubenur Kalimantan Timur, mengusut tuntas kasus-kasus kematian yang diakibatkan kolam bekas tambang batubara atau mundur dari jabatan, karena telah gagal dan lalai atas tanggung jawabnya, dan mendesak Presiden Jokowi untuk turun tangan.

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved