Terpilih Anggota DPRD Bontang, Sumaryono Tetap Jualan Ayam Potong di Pasar

Sumaryono masih melakukan aktivitas sehari-hari yakni berjualan ayam potong di Pasar Telihan, padahal terpilih jadi anggota DPRD Bontang

Terpilih Anggota DPRD Bontang, Sumaryono Tetap Jualan Ayam Potong di Pasar
TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan
TETAP BERJUALAN — Sumaryono menjadi caleg terpilih masih menjajakam ayam potong di Pasar Telihan Bontang Barat. Aktivitas ini bakal dilakoni hingga pelantikan pada 14 Agustus mendatang. 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG - Sumaryono masih melakukan aktivitas sehari-hari yakni berjualan ayam potong di Pasar Telihan.

Padahal pria berusia 48 tahun ini dipastikan memperoleh satu kursi di DPRD Bontang hasil Pemilu 2019.

TETAP BERJUALAN — Sumaryono menjadi caleg terpilih masih menjajakam ayam potong di Pasar Telihan Bontang Barat. Aktivitas ini bakal dilakoni hingga pelantikan pada 14 Agustus mendatang.
TETAP BERJUALAN — Sumaryono menjadi caleg terpilih masih menjajakam ayam potong di Pasar Telihan Bontang Barat. Aktivitas ini bakal dilakoni hingga pelantikan pada 14 Agustus mendatang. (TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan)

Pasangan Deni Puji Hastuti ini masih terlihat layaknya pedagang ayam lainnya. Pakaian yang basah, akibat cipratan air saat mencuci usus ayam. Kulit jari-jari tanganya berkerut karena lama terendam air.

Saat tribunkaltim.co menemuinya, Sumaryono masih sibuk memotong ayam jadi bagian kecil-kecil dengan pisau tajam.

Pakaianya tak berubah, mengenakan peci dan jaket hitam ditambah setelan celana seperempat lengkap dengan booth karet menjadi seragam ‘kerja’ nya setiap hari.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berhasil meraih suara tertinggi dari 3 orang caleg dalam partainya. Memperoleh 970 suara sukses mengantarnya ke legislatif Bontang.

Caleg Terpilih PDIP Tak Mau Turun Selesaikan Persoalan di Masyarakat, Safaruddin: Saya Ganti

Terungkap Caleg Belanja Suara, Biasa Terjadi di Kecamatan dan Bayar Petugas hingga Rp 10 juta

“Pelantikan nanti 14 Agustus, sekarang ya beraktivitas seperti biasa,” ujar Sumaryono saat ditemui tribunkaltim.co, Minggu (2/6/2019).

Ia memutuskan tetap berjualan ayam untuk mengisi waktu lenganganya. Sebenarnya, ia telah memiliki 7 orang pekerja dan anaknya semata wayang yang menjual di pasar. Namun, interkasi dengan pelanggan menjadi hal sakral baginya.

Menurutnya, aktivitas sehari-hari sudah menjadi agenda rutin. Ia mulai ke pasar sekitar pukul 05.30 Wita sampai dengan 10.00 Wita.

Bahkan, menyapa pelanggan dan mengarahkan para pekerja bakal tetap dilakoni kendati telah menjabat nanti.

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved