Lebaran 2019

Ada Penumpang Kapal Keluhkan Kamar Mandi Sampai Sesak Lorong Jalan Kapal, Dirjen Hubla Angkat Bicara

Lebaran 2019 merupakan momen yang ditunggu, sampai ada yang rela mudik Lebaran 2019 pakai angkutan laut supaya bisa rayakan Idul Fitri 1440.

Ada Penumpang Kapal Keluhkan Kamar Mandi Sampai Sesak Lorong Jalan Kapal, Dirjen Hubla Angkat Bicara
Tribunkaltim.co/Fachmi Rachman
KAPAL TAMBAHAN - Penumpang menunggu masuk ke kapal Feri Persada Nusantara tujuan Mamuju di Pelabuhan Feri Kariangau Balikpapan, Senin (3/6/2019). Kapal Feri Persada Nusantara adalah kapal tambahan yang disediakan Kementrian Perhubungan untuk melayani arus mudik penumpang tujuan Mamuju dari Kota Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA  – Sebentar lagi Lebaran 2019, banyak masyarakat yang ingin pulang kampung rayakan Idul Fitri 1440 H di kampung halaman.

Lebaran 2019 merupakan momen yang ditunggu, sampai ada yang rela untuk luangkan waktu pergi mudik Lebaran 2019 supaya bisa rayakan Idul Fitri 1440 di kampung halaman. 

Namun kadang, ada saja saat armada mudik Lebaran 2019 yang kurang dari sisi pelayanan angkutan laut.

Pihak pemerintah pun terus mengawasi dan soroti para operator penyedia jasa mudik Lebaran 2019 supaya bisa memaksimalkan segala fasilitas.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, R. Agus H. Purnomo meminta agar operator pelayaran memperhatikan faktor kenyamanan penumpang disamping tetap mengutamakan faktor keselamatan pelayaran dalam penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2019 ini.

Hal tersebut menanggapi adanya keluhan salah satu penumpang kapal KM. Gunung Dempo yang dioperatori PT. Pelni dengan rute Sorong yang diberangkatkan pada 27 Mei 2019 menuju Surabaya yang telah tiba pada 30 Mei 2019 lalu. Ini disampaikan kepada Tribunkaltim.co melalui sambungan WhatsApp pada Senin (3/6/2019). 

Salah satu penumpang kapal KM. Gunung Dempo yang tidak diketahui namanya tersebut menyebutkan dalam informasi yang beredar di saluran komunikasi WhatsApp (WA) bahwa ketidaknyamanan penumpang selama pelayaran tersebut karena kurang maksimalnya fasilitas umum di atas kapal seperti air kamar mandi mati, ruangan panas, stok air mineral habis dan banyaknya penumpang yang mengisi lorong-lorong jalan di atas kapal.

"Pada saat itu, kapal memuat kurang lebih 2.000 orang penumpang namun masih dalam batas maksimal kapasitas angkut penumpang kapal tersebut yaitu sebesar 2.422 orang," ujar Dirjen Agus.

Adapun rute pelayaran kapal KM. Gunung Dempo adalah Tanjung Priok-Surabaya-Makasar-Baubau-Ambon-Sorong-Manokwari-Biak-Jayapura pp. KM. Gunung Dempo menjadi kapal favorit karena tidak banyak singgah di pelabuhan antara sehingga lebih efisien di waktu perjalanan.

Mengingat banyaknya penumpang kapal selama penyelenggaraan angkutan laut lebaran ini, Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memberikan persetujuan dispensasi penumpang kapal agar dapat memuat lebih banyak masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari Lebaran.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved