Disdukcapil Kutim Ingatkan Perantau Urus Adminduk Saat Mudik di Kampung

Sebelum kembali ke rantau, sebaiknya segera urus surat pindah di daerah asal, agar pengurusan surat-surat lainnya yang membutuhkan Adminduk

Disdukcapil Kutim Ingatkan Perantau Urus Adminduk Saat Mudik di Kampung
TribunKaltim.Co/Margaret Sarita
Kadisdukcapil Kutim Yanuar HLPA menunjukkan beberapa dokumen kependudukan yang harus dimiliki warga_ 

TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA – Apa yang terjadi pada Nelcyana dan bayi Dilson, yang menderita gizi buruk bisa jadi juga dirasakan warga pendatang lainnya.

Mereka yang datang ke Kutai Timur untuk mengais rezeki dengan bermodalkan KTP dan KK dari daerah asal, tentu akan menemui kesulitan yang sama saat tiba-tiba mengalami sakit atau kecelakaan.

Tak memiliki Kartu BPJS Kesehatan  ditambah lagi kondisi ekonomi yang pas –pasan, sehingga berobat menjadi hal yang mahal.

Di musim mudik seperti saat ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur mengimbau warga yang belum memiliki administrasi kependudukan di Kutim, agar segera mengurusnya.

“Sebelum kembali ke rantau, sebaiknya segera urus surat pindah di daerah asal, agar pengurusan surat-surat lainnya yang membutuhkan Adminduk daerah domisili bisa lebih mudah,” kata Kadisdukcapil Kutim, Yanuar HLPA dalam pesan singkatnya, Senin (3/6).

Di Kabupaten Kutai Timur, menurut Yanuar, masih banyak warga pendatang dengan berbekal KTP dan KK dari daerah asal, terutama mereka yang bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Sehingga ketika dibutuhkan Adminduk tempat berdomisili, para pekerja ini kesulitan. Salah satunya pengurusan rekening bank dan BPJS Kesehatan.

“Kami kerap datang menjemput bola ke kawasan pemukiman para pekerja untuk perekaman e KTP. Tapi, sebagian besar tidak bisa ikut perekaman, karena belum memiliki surat pindah dari daerah asal, bahkan ada yang tidak memiliki identitas diri sama sekali.

Jadi, penting kami imbau agar mereka yang merantau saat kembali ke kampung segera mengurus Adminduk untuk pindah ke Kutim, bila memang masih ingin menetap di Kutim,” ujarnya.

Cukup datangi Disdukcapil di kampung halaman dan menyerahkan Kartu Keluarga (KK) agar mendapat Surat Keterangan Pindah WNI (SKPWNI).

Halaman
1234
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved