Breaking News:

Heboh Mobil Fortuner Ugal-ugalan di Jalur Puncak Bogor, Pengendara Pernah Tinggal di Rumah Mewah

Ugal-ugalan saat menembus jalur Puncak Bogor, mobil Fortuner hitam berplat dinas Polri dihentikan polisi, ternyata gunakan nopol palsu

Editor: ade mayasanto
Kompas.com/Sherly Puspita
ILUSTRASI - Polisi memberhentikan sebuah mobil bermerek Toyota Fortuner berwarna hitam dengan pelat nomor B 100 NAR di ruas Jalan MT Haryono ke arah Jalan Gatot Subroto, Rabu (1/8/2018). 

TRIBUNKALTIM,COCIBINONG - Ugal-ugalan saat menembus jalur Puncak Bogor, mobil Fortuner hitam berplat dinas Polri dihentikan polisi.

Usai dihentikan polisi, terungkap plat dinas Polri mobil Fortuner ternyata bodong alias palsu.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri menyebut, plat nomor dinas Polri di mobil tersebut tidak terdaftar dalam register Mabes Polri.

"Kita sudah konfirmasi ke Mabes Polri, ternyata tidak ada di register Mabes Polri," kata Kasat Lantas Polres Bogor,saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polsek Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (3/6/2019)

Menurutnya, mobil dikendarai seorang pelajar asal Jakarta berinisial KK.

Pria berusia 24 tahun itu hendak berlibur di Puncak Bogor.

KK mengendarai mobil dengan memakai jalur lawan arah dari Jakarta ke Puncak saat jalan Raya Puncak berlaku dua arah pada Sabtu (1/6/2019) lalu.
mobil berplat dinas polisi dihentikan di Jalur Puncak, Bogor
mobil berplat dinas polisi dihentikan di Jalur Puncak, Bogor (Instagram)

Berbekal laporan warga, polisi pun mencoba mencari tahu.

Kecurigaan petugas muncul ketika melihat pengemudi mobil dinas polisi bernopol 3553 07 itu tampak bukan seorang polisi hingga akhirnya diberhentikan untuk diperiksa.

"Pada saat di pos pertama anggota melihat mobil tersebut dikendarai bukan oleh anggota kepolisian. Makanya langsung diinformasikan ke pos kedua, kemudian di pos kedua langsung melakukan pemberhentian kendaraan tersebut, diperiksa kendaraannya, ternyata plat nomor tidak sesuai dengan peruntukannya," kata Fadli.

Ia menjelaskan petugas Satlantas saat itu melakukan penindakan penilangan atas dua pasal yakni pasal melanggar marka jalan dan tidak mengenakan sabuk pengaman.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved