Kemenag Minta Warga Kota Samarinda Tak Takbiran Keliling, Tak Mencerminkan Perilaku Islami

Kemenag Kota Samarinda mengimbau warga tak perlu Takbiran keliling di malam Idul Fitri atau 1 Syawal 1440 H. Karena sudah tak mencerminkan keislaman

Kemenag Minta Warga Kota Samarinda Tak Takbiran Keliling, Tak Mencerminkan Perilaku Islami
tribunkaltim.co/Nevrianto HP
Kepala Kemenag Samarinda, Masdar Amin (kemeja putih), Senin (3/6/2019), usai peninjauan hilal di Menara Asmaul Husna, Masjid Baitul Muttaqien, Islamic Centre, Samarinda, Senin (3/5/2019) sore. 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Berbagai pemangku kebijakan di Kota Samarinda bersepakat sekaligus mengimbau warga tak melaksanakan takbiran akbar keliling Kota Samarinda, menyambut 1 Syawal 1440 H.

Polresta Samarinda, Majelis Ulama (MUI) Kota Samarinda, Pemkot melalui dinas terkait punya alasan lain, selain kemacetan.

“Pandangan MUI, takbiran yang dilaksanakan sekarang kurang bernuansa agama.

Memang, dalam pelaksanaan, di luar harapan kita semua.

Dipandang kurang cerminkan nilai islam yang diharapakan.

Kita lihat ada yang pakai truk, ada yang ga pakai baju tak sesuai,” kata Kepala Kemenag Samarinda, Masdar Amin, Senin (3/6/2019), usai peninjauan hilal di Menara Asmaul Husna, Masjid Baitul Muttaqien, Islamic Centre, Samarinda, Senin (3/5/2019) sore.

Menurutnya, inti sari dari takbiran adalah wujud syukur pada Allah SWT setelah sebulan menjalankan ibadah puasa dan merayakan kemenangan umat islam di awal 1 Syawal 1440 H sebagai wujud syukur pada Allah SWT.

Karena itu, pemerintah, lebih menyarankan warganya merayakan takbiran di mushalla, langgar dan masjid saja.

“Marilah meramaikan mushalla, langgar dan masjid sebagai pusat keislaman.

Ini yang diharapkan Islam.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved